Jelang PSBB, Posisi dan Jarak Pedagang di Pasar Ditata Ulang
Minggu, 26 April 2020 - 19:13 WIB
loading...
Sosialisasi jelang PSBB dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan mendatangi pedagang di pasar. Posisi dan jarak pedagang ketika berjualan ditata untuk menghindari penularan COVID-19. SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali melakukan sosialisasi ke pasar tradisional.
Setelah menemui pedagang di Pasar Genteng, Risma melanjutkan sosialisasi di Pasar Pucang Anom Surabaya, Minggu (26/4/2020).
Saat berada di lorong bagian buah-buahan, dia meneliti satu per satu stan beserta jarak pedagang satu dengan yang lain. Sekitar 15 menit berada di area buah tersebut, dia pun langsung bergeser menuju lorong bagian pakaian. Di sana, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu memberikan beberapa arahan terkait posisi pedagang pakaian yang ada di pinggir lorong menjadi di tengah, sehingga ada jarak aman.
“Jadi begini yang tengah diisi penjual. Biar tidak gerombol dengan pedagang toko. Jadi pembeli-pembelinya bisa di pinggir-pinggir jalannya,” kata Risma.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan, fungsi memindahkan pedagang sedikit maju ke tengah agar pedagang tidak berhadap-hadapan satu dengan pedagang lainnya atau menerapkan phsycal distancing.
Setelah menemui pedagang di Pasar Genteng, Risma melanjutkan sosialisasi di Pasar Pucang Anom Surabaya, Minggu (26/4/2020).
Saat berada di lorong bagian buah-buahan, dia meneliti satu per satu stan beserta jarak pedagang satu dengan yang lain. Sekitar 15 menit berada di area buah tersebut, dia pun langsung bergeser menuju lorong bagian pakaian. Di sana, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu memberikan beberapa arahan terkait posisi pedagang pakaian yang ada di pinggir lorong menjadi di tengah, sehingga ada jarak aman.
“Jadi begini yang tengah diisi penjual. Biar tidak gerombol dengan pedagang toko. Jadi pembeli-pembelinya bisa di pinggir-pinggir jalannya,” kata Risma.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan, fungsi memindahkan pedagang sedikit maju ke tengah agar pedagang tidak berhadap-hadapan satu dengan pedagang lainnya atau menerapkan phsycal distancing.
Lihat Juga :