Sengsara! Pemulung Ini Idap Epilepsi dan Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot
Selasa, 12 Juli 2022 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
"Dulu Ipin sempat bekerja sebagai pemungut barang bekas, namun entah kenapa kini ia tidak lagi bekerja dan setiap harinya hanya berkeliling untuk meminta sesuatu. Kemampuan kognitif Ipin yang kurang awas juga membuat warga sulit untuk berkomunikasi dengannya," ujar Gofar kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (12/7/2022).
Warga lain, Muhtar (35) mengatakan bahwa Ipin mudah tersinggung, tidak jarang pula mudah mengamuk, namun warga memaklumi dengan kondisinya. Selain sulit untuk diajak berkomunikasi, Ipin juga mengidap epilepsi.
Baca juga: Kisah Kakek Buta yang Tinggal di Gubuk Reyot dengan Ditemani Entok
"Untuk makan sehari-harinya Ipin ikut sama tetangga yang memberinya makan. Harapannya, bapaknya bisa kembali membimbing, ngurus dia lagi, karena bingung juga kalo dibuat rumah di sini itu kan tanahnya milik orang lain, takutnya tidak diizinin," ujar Muhtar.
Warga lain, Muhtar (35) mengatakan bahwa Ipin mudah tersinggung, tidak jarang pula mudah mengamuk, namun warga memaklumi dengan kondisinya. Selain sulit untuk diajak berkomunikasi, Ipin juga mengidap epilepsi.
Baca juga: Kisah Kakek Buta yang Tinggal di Gubuk Reyot dengan Ditemani Entok
"Untuk makan sehari-harinya Ipin ikut sama tetangga yang memberinya makan. Harapannya, bapaknya bisa kembali membimbing, ngurus dia lagi, karena bingung juga kalo dibuat rumah di sini itu kan tanahnya milik orang lain, takutnya tidak diizinin," ujar Muhtar.
Lihat Juga :