Dokter Hewan Temukan Daging Terkontaminasi Cacing Fasciola
Senin, 11 Juli 2022 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu petugas pemeriksa drh. Shelly Kusumarini R., M.Si. mengungkapkan, adanya wabah PMK di Indonesia menyebabkan masyarakat menjadi risau dalam penanganan daging kurban, kehadiran tim FKH UB yang berkolaborasi dengan dinas terkait, dapat memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat terutama tata cara pengolahan daging kurban.
“Apabila daging, jeroan kurban langsung diolah sebaiknya direbus dalam air mendidih minimal 30 menit, sedangkan jika daging tidak langsung diolah, maka dapat disimpan dalam chiller terlebih dahulu selama 24 jam kemudian dipindah ke freezer untuk disimpan pada suhu beku," paparnya.
drh. Shelly juga berharap petugas pemeriksaan kesehatan hewan dan daging kurban FKH UB dapat memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat, serta daging kurban ASUH untuk dikonsumsi masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan mahasiswa kedokteran hewan UB, salah satu sapi yang ada di Masjid Jami Al Huda Lamongan terindikasi terjangkit cacing fasciola. Petugas pun lantas memeriksa hewan kurban dan memusnahkan daging yang terindikasi mengandung cacing.
“Apabila daging, jeroan kurban langsung diolah sebaiknya direbus dalam air mendidih minimal 30 menit, sedangkan jika daging tidak langsung diolah, maka dapat disimpan dalam chiller terlebih dahulu selama 24 jam kemudian dipindah ke freezer untuk disimpan pada suhu beku," paparnya.
drh. Shelly juga berharap petugas pemeriksaan kesehatan hewan dan daging kurban FKH UB dapat memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat, serta daging kurban ASUH untuk dikonsumsi masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan mahasiswa kedokteran hewan UB, salah satu sapi yang ada di Masjid Jami Al Huda Lamongan terindikasi terjangkit cacing fasciola. Petugas pun lantas memeriksa hewan kurban dan memusnahkan daging yang terindikasi mengandung cacing.
(msd)
Lihat Juga :