Warga Binaan Lapas Kelas II-B Padangsidimpuan Salat Id Bersama dan Berbagi Daging Kurban
Minggu, 10 Juli 2022 - 18:59 WIB
loading...
Suasana perayaan Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di Lapas Kelas II-B Kota Padangsidimpuan. Foto: SINDOnews/Zia Nasution
A
A
A
PADANGSIDIMPUAN - Gema takbir berkumandang dari Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Kelas II B Kota Padangsidimpuan , Sumatera Utara, Minggu pagi (10/7/2022).
Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sejak pagi mulai memadatangi masjid yang ada di tempat itu. Meski memakai pakaian sederhana, namun mereka terlihat tulus dan semangat menunaikan Salat Idul Adha dan mendengar khutbah yang disampaikan sang ustaz.
Baca juga: Warga Serbu Pembagian Paket Daging Kurban Perindo di Medan
Selepas salat, para napi mendatangi area penyembelihan hewan kurban di dalam area lapas. Kekompakan dan kebersamaan langsung terlihat, mulai dari canda dan tawa layaknya di kampung sendiri.
Bagi napi di tempat itu, Idul Adha memiliki makna tersendiri. Bagaimana tidak, perayaan Idul Adha menjadi sebuah lentera di tengah gelap gulita kehidupan untuk hati yang ikhlas dan menyadari segala perbuatan yang pernah dilakukan.
PR (43) misalnya, salah seorang warga binaan yang sudah 3 tahun menjalani masa pidananya. Dia mengaku, keterlibatannya dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pantas disyukuri. Tak heran, PR merasa Lapas sebagai rumah dan tempat mengubah diri untuk kembali menjadi lebih baik.
Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sejak pagi mulai memadatangi masjid yang ada di tempat itu. Meski memakai pakaian sederhana, namun mereka terlihat tulus dan semangat menunaikan Salat Idul Adha dan mendengar khutbah yang disampaikan sang ustaz.
Baca juga: Warga Serbu Pembagian Paket Daging Kurban Perindo di Medan
Selepas salat, para napi mendatangi area penyembelihan hewan kurban di dalam area lapas. Kekompakan dan kebersamaan langsung terlihat, mulai dari canda dan tawa layaknya di kampung sendiri.
Bagi napi di tempat itu, Idul Adha memiliki makna tersendiri. Bagaimana tidak, perayaan Idul Adha menjadi sebuah lentera di tengah gelap gulita kehidupan untuk hati yang ikhlas dan menyadari segala perbuatan yang pernah dilakukan.
PR (43) misalnya, salah seorang warga binaan yang sudah 3 tahun menjalani masa pidananya. Dia mengaku, keterlibatannya dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pantas disyukuri. Tak heran, PR merasa Lapas sebagai rumah dan tempat mengubah diri untuk kembali menjadi lebih baik.
Lihat Juga :