Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Sopir di Banda Aceh Tusuk Diri Sendiri
Minggu, 10 Juli 2022 - 09:44 WIB
loading...
Pria berinisial FM menjalani perawatan di rumah sakit setelah mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya dengan pisau sebanyak lima kali.Foto/ist
A
A
A
BANDA ACEH - Seorang pria berinisial FM (35) berusaha bunuh diri menggunakan sebilah pisau gara-gara kehabisan uang untuk main judi online. Sopir perusahaan di Desa Lampeuneurut, Aceh Besar ini menusukkan pisau ke bagian perut lima kali di gudang tempat kerjanya.
Kapolsek Darul Imarah, Ipda Jumadil Firdaus mengatakan, kasus percobaan bunuh diri FM dilakukan di depan pimpinan PT Global Mitra Prima. "Kasus percobaan bunuh diri yang terjadi pagi tadi (kemarin-red) dilakukan oleh FM di hadapan pimpinan perusahaan dengan menusukkan pisau kebagian perutnya sebanyak lima kali," ucap Kapolsek Darul Imarah.
Baca juga: Live Musik Kafe di Malam Takbiran Dihentikan Paksa Satpol PP Aceh Barat Daya
Jumadil Firdaus menjelaskan, sebelum kejadian FM dipanggil pimpinan perusahaan, Erlina (43) untuk menanyakan uang setoran dari Toko Timbang Rasa, Kota Bakti Sigli sebesar Rp33 juta.
“Sebelum kejadian, FM dipanggil oleh Erlina guna menanyakan keberadaan uang sebesar Rp33 Juta yang telah disetorkan oleh pelanggan di Kota Sigli. Namun yang diterima oleh perusahaan hanya Rp8 juta, dan sisanya sejumlah Rp25 juta belum diserahkan ke bendahara PT Global Mitra Prima oleh saudara FM,” sebut mantan Kasatbinmas Polres Simeulue ini.
Kapolsek Darul Imarah, Ipda Jumadil Firdaus mengatakan, kasus percobaan bunuh diri FM dilakukan di depan pimpinan PT Global Mitra Prima. "Kasus percobaan bunuh diri yang terjadi pagi tadi (kemarin-red) dilakukan oleh FM di hadapan pimpinan perusahaan dengan menusukkan pisau kebagian perutnya sebanyak lima kali," ucap Kapolsek Darul Imarah.
Baca juga: Live Musik Kafe di Malam Takbiran Dihentikan Paksa Satpol PP Aceh Barat Daya
Jumadil Firdaus menjelaskan, sebelum kejadian FM dipanggil pimpinan perusahaan, Erlina (43) untuk menanyakan uang setoran dari Toko Timbang Rasa, Kota Bakti Sigli sebesar Rp33 juta.
“Sebelum kejadian, FM dipanggil oleh Erlina guna menanyakan keberadaan uang sebesar Rp33 Juta yang telah disetorkan oleh pelanggan di Kota Sigli. Namun yang diterima oleh perusahaan hanya Rp8 juta, dan sisanya sejumlah Rp25 juta belum diserahkan ke bendahara PT Global Mitra Prima oleh saudara FM,” sebut mantan Kasatbinmas Polres Simeulue ini.
Lihat Juga :