Jamaah An Nadzir Gowa Laksanakan Salat Idul Adha 2022
Sabtu, 09 Juli 2022 - 15:05 WIB
loading...
Jamaah An Nadzir melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Baitul Muqaddis, Kelurahan Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Sabtu (9/7/2022) pagi. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Jamaah An Nadzir Kabupaten Gowa melaksanakan Salat Hari Raya Idul Adha di Kelurahan Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Sabtu (9/7/2022) pagi.
Ratusan jamaah An Nadzir menjalankan Salat Idul Adha di Masjid Baitul Muqaddis. Para jamaah tampak mengenakan jubah berwarna hitam dan sebuah sorban digulung pada bagian kepala, ciri khas dari jamaah An Nadzir.
Baca juga: Pemprov Sumatera Selatan Bagikan 100 Hewan Kurban kepada Masyarakat
Salat Idul Adha dipimpin Ustaz Samiruddin Pademmui, yang juga merupakan Pimpinan Jamaah An Nadzir Ustadz Samiruddin Pademmui. Ia mengatakan, penetapan Dzulhijjah 1443 berdasarkan hasil pantauan bulan. Pemantauan bulan sudah dilakukan sejak pertengahan Zulkaidah.
"Penetapan tersebut tetap yang selama ini dipahami An Nadzir Gowa," ujarnya.
Dijelaskan, pemantauan dilakukan sesuai 3 purnama ke 14, 15, dan 16 Dzulqaidah 1443 H. Kemudian mengamati kembali pemantauan purnama dihitung terbitnya bulan di subuh hari di timur hingga tanggal 27, 28, dan 29 Zulkaidah.
Ternyata kata dia, tanggal 29 Juni, bulan masih terbit lebih dulu di timur baru kemudian matahari terbit. Walaupun katanya, sudah sangat sulit dilihat secara kasat mata, sebagaimana sulitnya dilihat bulan muda di ufuk barat.
Berdasarkan hasil pemantauan perjalanan bulan dengan bantuan teknologi aplikasi, didapatkan perpisahan bulan Dzulqaidah ke bulan Dzulhijjah terjadi konjungsi/Ijtima' sekitar jam 11.00 WITA.
Baca juga: Dapat Hewan Kurban, Warga Rawa Barat Doakan Perindo-MNC Peduli Diberi Kesuksesan
Hal ini secara sunnatullah juga ditandai dengan fenomena alam seperti terjadinya hujan, kilat, dan angin bertiup agak kencang, hingga terjadinya pasang puncak air laut.
"Jadi pergantian bulan Dzulqaidah ke bulan Dzulhijjah terjadi pada tgl 29 Juni 2022 sekitar jam 11.00 Wita. Pada saat ini hilal di ufuk barat sudah nampak sekitar 3 derajat. Matahari lebih duluan terbenam dari pada bulan (hilal)," katanya.
Ia melanjutkan, awal bulan Dzulhijjah 1443 H terhitung mulai tgl 29-30 Juni 2022. Hal ini berarti bahwa 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada hari Jumat-Sabtu8-9 Juli 2022 Milahiyah.
Karena pergantian bulan menurut dia, terjadi sekitar jam 11 00 Wita, maka tidak memungkinkan lagi melakukan Salat Idul Adha 1443 H di hari Jumat 8 Juli 2022. Sehingga, pelaksanaan Salat Idul Adha 1443 H dilakukan pada hari Sabtu pagi 9 Juni 2022.
Berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan bulan inilah yang menjadi standar dan parameter.
Baca juga: Salat Idul Adha di Kemayoran
"Kita perlu perhatikan juga kalau Iduladha itu ada puasa sunnah arafah itu kita laksanakan kemarin. Karena itu keutamaannya kata Nabi Muhammad SAW ketika puasa sunnah Arafah itu keutamaannya mengampunkan dosa setahun lalu dan yang akan datang," ujarnya.
Ia menambahkan tahun ini jemaah An-Nadzir akan memotong 3 hewan kurban.Terdiri dari 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing.
Ratusan jamaah An Nadzir menjalankan Salat Idul Adha di Masjid Baitul Muqaddis. Para jamaah tampak mengenakan jubah berwarna hitam dan sebuah sorban digulung pada bagian kepala, ciri khas dari jamaah An Nadzir.
Baca juga: Pemprov Sumatera Selatan Bagikan 100 Hewan Kurban kepada Masyarakat
Salat Idul Adha dipimpin Ustaz Samiruddin Pademmui, yang juga merupakan Pimpinan Jamaah An Nadzir Ustadz Samiruddin Pademmui. Ia mengatakan, penetapan Dzulhijjah 1443 berdasarkan hasil pantauan bulan. Pemantauan bulan sudah dilakukan sejak pertengahan Zulkaidah.
"Penetapan tersebut tetap yang selama ini dipahami An Nadzir Gowa," ujarnya.
Dijelaskan, pemantauan dilakukan sesuai 3 purnama ke 14, 15, dan 16 Dzulqaidah 1443 H. Kemudian mengamati kembali pemantauan purnama dihitung terbitnya bulan di subuh hari di timur hingga tanggal 27, 28, dan 29 Zulkaidah.
Ternyata kata dia, tanggal 29 Juni, bulan masih terbit lebih dulu di timur baru kemudian matahari terbit. Walaupun katanya, sudah sangat sulit dilihat secara kasat mata, sebagaimana sulitnya dilihat bulan muda di ufuk barat.
Berdasarkan hasil pemantauan perjalanan bulan dengan bantuan teknologi aplikasi, didapatkan perpisahan bulan Dzulqaidah ke bulan Dzulhijjah terjadi konjungsi/Ijtima' sekitar jam 11.00 WITA.
Baca juga: Dapat Hewan Kurban, Warga Rawa Barat Doakan Perindo-MNC Peduli Diberi Kesuksesan
Hal ini secara sunnatullah juga ditandai dengan fenomena alam seperti terjadinya hujan, kilat, dan angin bertiup agak kencang, hingga terjadinya pasang puncak air laut.
"Jadi pergantian bulan Dzulqaidah ke bulan Dzulhijjah terjadi pada tgl 29 Juni 2022 sekitar jam 11.00 Wita. Pada saat ini hilal di ufuk barat sudah nampak sekitar 3 derajat. Matahari lebih duluan terbenam dari pada bulan (hilal)," katanya.
Ia melanjutkan, awal bulan Dzulhijjah 1443 H terhitung mulai tgl 29-30 Juni 2022. Hal ini berarti bahwa 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada hari Jumat-Sabtu8-9 Juli 2022 Milahiyah.
Karena pergantian bulan menurut dia, terjadi sekitar jam 11 00 Wita, maka tidak memungkinkan lagi melakukan Salat Idul Adha 1443 H di hari Jumat 8 Juli 2022. Sehingga, pelaksanaan Salat Idul Adha 1443 H dilakukan pada hari Sabtu pagi 9 Juni 2022.
Berdasarkan hasil pemantauan dan perhitungan bulan inilah yang menjadi standar dan parameter.
Baca juga: Salat Idul Adha di Kemayoran
"Kita perlu perhatikan juga kalau Iduladha itu ada puasa sunnah arafah itu kita laksanakan kemarin. Karena itu keutamaannya kata Nabi Muhammad SAW ketika puasa sunnah Arafah itu keutamaannya mengampunkan dosa setahun lalu dan yang akan datang," ujarnya.
Ia menambahkan tahun ini jemaah An-Nadzir akan memotong 3 hewan kurban.Terdiri dari 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing.
(luq)
Lihat Juga :