Sejarah Makam Keramat Habib Luar Batang, Dimakamkan di Tanah Abang Selalu Hilang dari Keranda
Jum'at, 08 Juli 2022 - 12:45 WIB
loading...
Habib Luar Batang alias Habib Husein Bin Abubakar Al-Aydrus tentunya tak bisa dilepaskan dengan Masjid keramat Habib Luar Batang. Foto DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Habib Luar Batang alias Habib Husein Bin Abubakar Al-Aydrus tentunya tak bisa dilepaskan dengan Masjid keramat Habib Luar Batang. Apalagi, tempat tersebut merupakan salah satu cagar budaya di Jakarta.
Dilansir dari berbagai sumber, Masjid Jami Keramat Luar Batang yang terletak di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara itu dibangun Habib Luar Batang pada abad ke-18 yang kemudian dijadikan tempat pusat penyebaran agama islam di wilayah Sunda Kelapa.
Baca juga : Salat Subuh di Masjid Luar Batang, Anies Pastikan Revitalisasi Destinasi Wisata Religi
Habib Luar Batang adalah Seorang Arab Hadramaut yang hijrah ke tanah Jawa melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada tahun 1736. Dia memiliki silsilah yang tersambung dengan Nabi Muhammad SAW.
Kedatangan awalnya di Batavia, Habib Luar Batang diberikan sebidang tanah oleh warga setempat yang berada di daerah Sunda Kelapa. Tanah tersebut dimanfaatkannya dan dibangun menjadi surau yang kemudian menjadi tempat tinggalnya. Setelah Habib Luar Batang meninggal, surau tersebut dibangun lebih besar dan dijadikan masjid.
Dilansir dari berbagai sumber, Masjid Jami Keramat Luar Batang yang terletak di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara itu dibangun Habib Luar Batang pada abad ke-18 yang kemudian dijadikan tempat pusat penyebaran agama islam di wilayah Sunda Kelapa.
Baca juga : Salat Subuh di Masjid Luar Batang, Anies Pastikan Revitalisasi Destinasi Wisata Religi
Habib Luar Batang adalah Seorang Arab Hadramaut yang hijrah ke tanah Jawa melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada tahun 1736. Dia memiliki silsilah yang tersambung dengan Nabi Muhammad SAW.
Kedatangan awalnya di Batavia, Habib Luar Batang diberikan sebidang tanah oleh warga setempat yang berada di daerah Sunda Kelapa. Tanah tersebut dimanfaatkannya dan dibangun menjadi surau yang kemudian menjadi tempat tinggalnya. Setelah Habib Luar Batang meninggal, surau tersebut dibangun lebih besar dan dijadikan masjid.
Lihat Juga :