Sejarah Baru, Anies Resmikan Pembangunan Jalur Pedestrian Bawah Tanah
Kamis, 07 Juli 2022 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, membangun interkoneksi terowongan pejalan kaki ini merupakan kerja kolaborasi bersama pihak Thamrin Nine Complex.
"Hari ini juga kami menandatangani nota kesepahaman dengan Samsung C&T Corporation terkait investasi TOD, skema pembiayaan pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan dan peremajaan perkotaan dengan Standard Chartered Bank, dan partisipasi perusahan Jepang dalam penyelenggaraan TOD di Jakarta dengan Oriental Cons ultants Global,” kata William.
William menjelaskan, sejumlah gedung di sekitar Stasiun MRT Jakarta masih memiliki potensi untuk pembangunan koneksi bawah tanah. Baca juga: Setelah Skytrain, Gerbang TOD M1 Bandara Soetta Ditutup
"Sejauh ini, sejumlah gedung di sekitar Stasiun MRT Jakarta sangat berpotensi untuk terkoneksi secara langsung, seperti Wisma Nusantara dan Hotel Pullman dengan Stasiun Bundaran HI, Sudirman 7.8 dengan Stasiun Setiabudi Astra, Wisma Intiland dengan Stasiun Bendungan Hilir, Menara Mandiri dengan Stasiun Istora Mandiri, dan yang sedang dibangun dan akan diresmikan bulan depan, yaitu Poins Square dan Stasiun Lebak Bulus,” bebernya.
“Jaringan interkoneksi ini akan berdampak dua hal, yaitu kenaikan angka keterangkutan MRT Jakarta dan keberlanjutan pelaku ekonomi di sekitar stasiun MRT Jakarta, terutama peluang bertumbuh,” pungkasnya.
"Hari ini juga kami menandatangani nota kesepahaman dengan Samsung C&T Corporation terkait investasi TOD, skema pembiayaan pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan dan peremajaan perkotaan dengan Standard Chartered Bank, dan partisipasi perusahan Jepang dalam penyelenggaraan TOD di Jakarta dengan Oriental Cons ultants Global,” kata William.
William menjelaskan, sejumlah gedung di sekitar Stasiun MRT Jakarta masih memiliki potensi untuk pembangunan koneksi bawah tanah. Baca juga: Setelah Skytrain, Gerbang TOD M1 Bandara Soetta Ditutup
"Sejauh ini, sejumlah gedung di sekitar Stasiun MRT Jakarta sangat berpotensi untuk terkoneksi secara langsung, seperti Wisma Nusantara dan Hotel Pullman dengan Stasiun Bundaran HI, Sudirman 7.8 dengan Stasiun Setiabudi Astra, Wisma Intiland dengan Stasiun Bendungan Hilir, Menara Mandiri dengan Stasiun Istora Mandiri, dan yang sedang dibangun dan akan diresmikan bulan depan, yaitu Poins Square dan Stasiun Lebak Bulus,” bebernya.
“Jaringan interkoneksi ini akan berdampak dua hal, yaitu kenaikan angka keterangkutan MRT Jakarta dan keberlanjutan pelaku ekonomi di sekitar stasiun MRT Jakarta, terutama peluang bertumbuh,” pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :