97 Taruna-Taruni Angkatan Laut Lulus Pendidikan di AAL
Jum'at, 26 Juni 2020 - 07:20 WIB
loading...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, memimpin Upacara Tupdik dan Wisuda Taruna-taruni Angkatan ke-65 di Gedung Maspardi AAL, Surabaya, Kamis (25/06/2020). Foto: SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, memimpin Upacara Penutupan Pendidikan (Tupdik) dan Wisuda Sarjana 87 Taruna dan 10 Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL), Angkatan ke-65 tahun 2020, di Gedung Maspardi AAL, Bumimoro, Moro Krembangan, Surabaya , Kamis (25/06/2020).
Upacara penutupan pendidikan (Tupdik) ditandai dengan pengalungan samir (kalung wisuda) kepada para wisudawan oleh KSAL. Sementara itu, penyerahan ijazah tanda lulus kepada para Taruna oleh Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Edi Sucipto.
Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan para Taruna-Taruni yang mengikuti penutupan pendidikan merupakan para Taruna yang telah berhasil dididik, dilatih, dibina, diasuh dan digembleng baik fisik, mental maupun akademik selama empat tahun di Kampus AAL, Bumimoro, Surabaya.
"Harapan kita mereka menjadi prajurit-prajurit profesional yang mampu mengawaki kapal perang, mengawaki pasukan Marinir, sehingga mereka begitu lulus selama 4 tahun ini sudah siap pakai untuk mengawaki organisasi Angkatan Laut," katanya di AAL Surabaya.
Dengan berakhirnya pendidikan di Lembaga Pendidikan AAL, maka ke-97 alumni D4 (setara S1) berhak menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan dengan lima Program Pendidikan.(Baca juga : Dankormar Panen Ikan di Kolam Markas Brigif 2 Marinir )
Upacara penutupan pendidikan (Tupdik) ditandai dengan pengalungan samir (kalung wisuda) kepada para wisudawan oleh KSAL. Sementara itu, penyerahan ijazah tanda lulus kepada para Taruna oleh Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Edi Sucipto.
Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan para Taruna-Taruni yang mengikuti penutupan pendidikan merupakan para Taruna yang telah berhasil dididik, dilatih, dibina, diasuh dan digembleng baik fisik, mental maupun akademik selama empat tahun di Kampus AAL, Bumimoro, Surabaya.
"Harapan kita mereka menjadi prajurit-prajurit profesional yang mampu mengawaki kapal perang, mengawaki pasukan Marinir, sehingga mereka begitu lulus selama 4 tahun ini sudah siap pakai untuk mengawaki organisasi Angkatan Laut," katanya di AAL Surabaya.
Dengan berakhirnya pendidikan di Lembaga Pendidikan AAL, maka ke-97 alumni D4 (setara S1) berhak menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan dengan lima Program Pendidikan.(Baca juga : Dankormar Panen Ikan di Kolam Markas Brigif 2 Marinir )
Lihat Juga :