Profil Naila Novaranti, Pelatih Penerjun Payung Militer Indonesia yang Mendunia
Rabu, 06 Juli 2022 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Wanita kelahiran Jakarta, 1981 ini ternyata memiliki jam terbang tinggi sebagai pelatih. Dia melatih terjun payung di kurang lebih 46 negara, baik untuk warga sipil maupun militer. Tak hanya itu, Naila juga melatih terjun payung di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Indonesia. Tentunya telah banyak pengalaman yang didapat olehnya saat ini.
Berkat banyaknya pengalaman ini dia dipercaya menjadi Duta Wisata Udara oleh World Tourism Park Forum (WTP Forum). Pencapaian yang telah didapat saat ini tentulah tidak terlepas dari proses yang dijalankan di masa lalu.
Sebelum menekuni dunia terjun payung ini dia sempat bekerja menjadi Sekretaris pada sebuah perusahaan minyak di Jakarta pada 2001 lalu. Kemudian dia berpindah menjadi tenaga marketing di perusahaan parasut. Disanalah Naila Novaranti mulai tertarik dengan dunia terjun payung dan sempat beberapa kali berlatih di kantornya.
Menjadi seorang penerjun payung ini tidak sempat terfikirkan olehnya dulu. Dia bahkan sempat bercita cita menjadi seorang pramugari. Namun sejak remaja Naila memang pandai dalam berbagai jenis olahraga, salah satu yang ditekuninya adalah basket.
Olahraga terjun payung ini memang harus memiliki keberanian dan fokus yang tinggi karena harus menentukan perhitungan yang tepat. Dalam melakukan terjun payung tentunya Naila sering menghadapi pengalaman kritis dan berbahaya. Tak hanya harus sigap menghadapi krisis di angkasa, Naila juga pernah beberapa kali retak atau patah tulang, bahkan engsel persendian lututnya pun pernah lepas.
Berkat banyaknya pengalaman ini dia dipercaya menjadi Duta Wisata Udara oleh World Tourism Park Forum (WTP Forum). Pencapaian yang telah didapat saat ini tentulah tidak terlepas dari proses yang dijalankan di masa lalu.
Sebelum menekuni dunia terjun payung ini dia sempat bekerja menjadi Sekretaris pada sebuah perusahaan minyak di Jakarta pada 2001 lalu. Kemudian dia berpindah menjadi tenaga marketing di perusahaan parasut. Disanalah Naila Novaranti mulai tertarik dengan dunia terjun payung dan sempat beberapa kali berlatih di kantornya.
Menjadi seorang penerjun payung ini tidak sempat terfikirkan olehnya dulu. Dia bahkan sempat bercita cita menjadi seorang pramugari. Namun sejak remaja Naila memang pandai dalam berbagai jenis olahraga, salah satu yang ditekuninya adalah basket.
Olahraga terjun payung ini memang harus memiliki keberanian dan fokus yang tinggi karena harus menentukan perhitungan yang tepat. Dalam melakukan terjun payung tentunya Naila sering menghadapi pengalaman kritis dan berbahaya. Tak hanya harus sigap menghadapi krisis di angkasa, Naila juga pernah beberapa kali retak atau patah tulang, bahkan engsel persendian lututnya pun pernah lepas.
Lihat Juga :