Bela Rakyat yang Menderita Kerja Rodi, Pangeran Kornel Berani Tantang Daendls
Selasa, 05 Juli 2022 - 05:04 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dalam waktu yang singkat itu, rakyat di Pulau Jawa, khususnya Sumedang banyak menanggung derita kerja paksa. Penderitaan rakyat itu dirasakan oleh pemimpinnya saat itu yakni Pangeran Kornel.
Pada masa Gubernur Jenderal Daendels, Pangeran Kornel menjabat Bupati Sumedang periode 1791-1828. Pangeran bergelar Kusumadinata IX ini memiliki nama kecil Raden Asep Djamu.
Lahir pada 1762 dari pasangan Adipati Surianagara II (Bupati Sumedang yang menjabat antara 1761-1765) dan Nyi Mas Nagakasih, Raden Asep Djamu kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Kornel. Baca juga: Taktik Perang Pangeran Diponegoro yang Ditakuti Belanda, Kerahkan Perampok dan Bandit Desa
Sebutan Kornel itu sendiri berasal dari kata kolonel, jabatan yang masih langka pada zaman itu. Pangkat kolonel diberikan kepada Pangeran Kusumadinata IX atau Raden Asep Jamu atas jasanya membantu Inggris mengatasi pemberontakan Bagus Rangin di perbatasan Sumedang-Cirebon.
Pangeran Kornel, bagi masyarakat Sumedang, merupakan sosok pahlawan yang berani melawan kekejaman pemerintah kolonial Belanda. Ketika Pangeran Kornel menjabat sebagai Bupati Sumedang, Daendels menjalankan proyek pembangunan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg dari Anyer hingga Panarukan. Daendels meminta para bupati untuk menyediakan tenaga kerja dan dibayar dengan upah sangat sedikit.
Hasilnya, banyak penduduk pribumi yang menjadi korban karena beban kerja paksa yang terlalu berat. Kondisi ini menimbulkan ketegangan antara penduduk dan penguasa Belanda. Hal yang sama terjadi juga di Sumedang.
Pada masa Gubernur Jenderal Daendels, Pangeran Kornel menjabat Bupati Sumedang periode 1791-1828. Pangeran bergelar Kusumadinata IX ini memiliki nama kecil Raden Asep Djamu.
Lahir pada 1762 dari pasangan Adipati Surianagara II (Bupati Sumedang yang menjabat antara 1761-1765) dan Nyi Mas Nagakasih, Raden Asep Djamu kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Kornel. Baca juga: Taktik Perang Pangeran Diponegoro yang Ditakuti Belanda, Kerahkan Perampok dan Bandit Desa
Sebutan Kornel itu sendiri berasal dari kata kolonel, jabatan yang masih langka pada zaman itu. Pangkat kolonel diberikan kepada Pangeran Kusumadinata IX atau Raden Asep Jamu atas jasanya membantu Inggris mengatasi pemberontakan Bagus Rangin di perbatasan Sumedang-Cirebon.
Pangeran Kornel, bagi masyarakat Sumedang, merupakan sosok pahlawan yang berani melawan kekejaman pemerintah kolonial Belanda. Ketika Pangeran Kornel menjabat sebagai Bupati Sumedang, Daendels menjalankan proyek pembangunan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg dari Anyer hingga Panarukan. Daendels meminta para bupati untuk menyediakan tenaga kerja dan dibayar dengan upah sangat sedikit.
Hasilnya, banyak penduduk pribumi yang menjadi korban karena beban kerja paksa yang terlalu berat. Kondisi ini menimbulkan ketegangan antara penduduk dan penguasa Belanda. Hal yang sama terjadi juga di Sumedang.
Lihat Juga :