Ikuti Fatwa MUI, Depok Hentikan Penyuntikan Vaksin Covovac
Sabtu, 02 Juli 2022 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
Dadang menjelaskan perihal perkembangan kasus di Depok saat ini masih terus terjadi kenaikan. Data yang didapat hingga Kamis (30/6/2022) penambahan kasus sebanyak 91 dengan total kasus aktif 108 kasus. Kuat dugaan, kenaikan tersebut akibat pengaruh subvarian Omicron BA.5. Baca juga: Vaksin Booster Berbayar Dipastikan Hoax, Begini Cara Mendapatkan Tiket Vaksin Gratis
Warga Depok yang terpapar subvarian menjadi lima orang dari sebelumnya empat orang. “Ada kemungkinan subvarian Omicron BA.5, karena secara faktual data yang sudah positif Omicron varian BAS.5 hanya 5 orang dari awalnya empat bertambah satu,” jelasnya.
Untuk bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit, sambung Dadang saat ini masih terkendali. BOR ICU sebesar 5,88 dan untuk isolasi 8,37 atau masih dibawah 10 persen. Untuk isolasi terpadu (isoter) ada di RS ASA atau RSUD Depok bagian timur dengan kapasitas 80.
”Kemarin terisi hanya 4 bed. Jadi dengan peningkatan kasus saat ini terutama untuk ke RS rata-rata banyaknya mereka (pasien) melakukan isoman karena gejalanya ringan seperti tidak harus melakukan perawatan,” tutupnya.
Warga Depok yang terpapar subvarian menjadi lima orang dari sebelumnya empat orang. “Ada kemungkinan subvarian Omicron BA.5, karena secara faktual data yang sudah positif Omicron varian BAS.5 hanya 5 orang dari awalnya empat bertambah satu,” jelasnya.
Untuk bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit, sambung Dadang saat ini masih terkendali. BOR ICU sebesar 5,88 dan untuk isolasi 8,37 atau masih dibawah 10 persen. Untuk isolasi terpadu (isoter) ada di RS ASA atau RSUD Depok bagian timur dengan kapasitas 80.
”Kemarin terisi hanya 4 bed. Jadi dengan peningkatan kasus saat ini terutama untuk ke RS rata-rata banyaknya mereka (pasien) melakukan isoman karena gejalanya ringan seperti tidak harus melakukan perawatan,” tutupnya.
(ams)
Lihat Juga :