Rektor UMI Jadi Narasumber Rembuk Nasional dan RPPP ke-1 APTISI

Jum'at, 01 Juli 2022 - 20:03 WIB
loading...
Rektor UMI Jadi Narasumber...
Rektor UMI, Prof Basri Modding, tampil menjadi narasumber dalam Rembuk Nasional dan RPPP ke-1 APTISI di Bali. Foto/Istimewa
A A A
BALI - Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) , Prof Basri Modding, tampil menjadi narasumber dalam Rembuk Nasional dan Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-1 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia alias APTISI. Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari di Bali Nusa Dua Convention Centre, 1-3 Juli mendatang.

Prof Basri yang juga Ketua APTISI Wilayah IX-A Sulsel menjadi narasumber bersama Rektor Bina Nusantara, dengan sesi 'Belajar Manajemen Unggul untuk Kemajuan PTS dan Road Map Pendidikan Tinggi'. Adapun tema kegiatan secara menyeluruh yakni 'Digitalisasi Berbasis Blokchain, Tantangan Masa Depan dan Reformasi Pendidikan Tinggi'.

Baca Juga: Rektor UMI Terpilih sebagai Ketua Aptisi Wilayah IX-A Sulawesi

Ketua Umum APTISI, Dr Budi Djatmiko, dalam sambutannya memaparkan ada tujuh permasalahan yang akan diretas dalam RPPP APTISI di Bali. Masalah tersebut yakni keberadaan pembiayaan LAM yang sangat tinggi, pajak bagi PTS , dan uji kompetensi pendidikan kesehatan yang tidak sesuai UU pendidikan tinggi.

Selanjutnya, sulit dan lamanya perizinan prodi dan penggabungan PTS yang sudah bertahun-tahun, permasalahan izin belajar dosen, dikotomi PTN/PTS serta revisi UU Sisdiknas yang tertutup dan digitalisasi kampus yang menantang. Selain itu, RPPP ke-1 ini juga bertujuan mendengarkan sharing best practice PTS terbaik sehingga bisa membangun PT menjadi unggul.

Budi-sapaan akrabnya, melanjutkan segala permasalahan yang akan dibahas dalam Rembuk Nasional dan RPPP ke-1 untuk dicarikan solusinya. "Kita akan mencari solusi dan kita akan sampaikan kepada Presiden, Kemendikbud Ristek dan Komisi X," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Budi menyebut pihaknya juga akan menjadikan 2 Juli sebagai Hari Kebangkitan PTS.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa perkembangan pendidikan berbeda, antara dulu, saat ini dan ke depannya. Karena itu menjadi tanggung jawab bersama untuk memajukan pendidikan nasional.

Ia juga setuju jika pemerintah harus melibatkan partisipasi aktif dari APTISI sebagai organisasi besar dan pimpinan PTS dalam membahas berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia. Terlebih, PTS saat ini jumlahnya lebih banyak dari PTN. Pelibatan APTISI diharapkan melahirkan kebijakan yang lebih akomodatif, berkualitas seuai tuntutan perkembangan zaman.

“Saatnya ruang bagi APTISI untuk mendorong percepatan pendidikan Indonesia lebih maju dan berkembang, adaptif sesuai era digitalisasi," ungkap dia.

Baca Juga: Dapat Dukungan Pimpinan PTS, Rektor UMI Siap Maju sebagai Ketua Aptisi

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua APTISI Wilayah XIV, Dr I Made Sukamerta, melaporkan jumlah peserta sebanyak 2.500 orang terdiri atas Ketua APTISI Wilayah I sampa Wilayah XVI. Selain itu turut hadir pimpinan PTS, yayasan, para dosen, organisasi profesi se-Indonesia, ABBPTSI, APPERTI, HPT, asosiasi dekan dan prodi se-Indonesia.

Akan hadir sebagai keynote dan narasumber acara ini direncanakan adalah Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, Ketua Komisi X DPR Rl Saeful Huda, Dirjen Dikti Nizam, Ketua BAN PT Ari Purbayanto, dan Ketum APTISI Budi Djatmiko
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Universitas Budi Luhur...
Universitas Budi Luhur Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi
Iman Sampurna Dilantik...
Iman Sampurna Dilantik Jadi Pj Rektor Universitas Setia Budhi Rangkasbitung
Deretan Guru Besar PTN-PTS...
Deretan Guru Besar PTN-PTS Ternama Dukung Pendirian Universitas Sunan Gresik
Geger, 233 Ijazah Alumni...
Geger, 233 Ijazah Alumni Stikom Bandung Periode 2018-2023 Dibatalkan, Ini Penyebabnya
Dualisme 2 Rektor dan...
Dualisme 2 Rektor dan Ijazah Terancam Ilegal, Mahasiswa UCY Demonstrasi Bakar Ban
Mantap, Universitas...
Mantap, Universitas BTH Tasikmalaya Masuk Klaster Utama pada Klasterisasi Perguruan Tinggi 2023
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Rekomendasi
Stephanie MCI Ungkap...
Stephanie MCI Ungkap Pengalaman Seram saat Menginap di Vila Bali
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Berita Terkini
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved