Kominfo Ajak Warga Samarinda Promosikan Budaya di Ruang Digital
Rabu, 29 Juni 2022 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Desi Rahmawati dalam paparannya menyebutkan tantangan-tantangan budaya sangat mungkin muncul dalam budaya bermedia digital.
Di antaranya seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, berkurangnya toleransi dan penghargaan perbedaan.
Baca juga: Kurang Cakap Digital, Maka Rentan Termakan Berita Hoaks
Menurutnya, jati diri bangsa Indonesia baik di ruang digital maupun non digital tak berbeda. Sehingga era digitalisasi justru member peluang untuk mendokumentasikan kekayaan budaya sekaligus mewujudkan kreativitas. “Mari kita membuat jejak digital yang positif untuk Indonesia, yaitu dengan cara mempromosikan budaya melalui ruang digital,” kata Desi.
Sedangkan akademisi lainnya, Slow Ahmadi Neja menjelaskan terkait alasan kenapa setiap orang harus beretika dalam ruang digital. Di antaranya karena adanya ruang perberbedaan, standar etika yang baru, interaksi yang melintasi batas geografis dan budaya, serta upaya hubungan dan kolaborasi antara sesama.
Di antaranya seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, berkurangnya toleransi dan penghargaan perbedaan.
Baca juga: Kurang Cakap Digital, Maka Rentan Termakan Berita Hoaks
Menurutnya, jati diri bangsa Indonesia baik di ruang digital maupun non digital tak berbeda. Sehingga era digitalisasi justru member peluang untuk mendokumentasikan kekayaan budaya sekaligus mewujudkan kreativitas. “Mari kita membuat jejak digital yang positif untuk Indonesia, yaitu dengan cara mempromosikan budaya melalui ruang digital,” kata Desi.
Sedangkan akademisi lainnya, Slow Ahmadi Neja menjelaskan terkait alasan kenapa setiap orang harus beretika dalam ruang digital. Di antaranya karena adanya ruang perberbedaan, standar etika yang baru, interaksi yang melintasi batas geografis dan budaya, serta upaya hubungan dan kolaborasi antara sesama.
Lihat Juga :