Lulusan D3 Farmasi NTB Membeludak, PAFI Diminta Kembangkan Farmasi Herbal
Sabtu, 25 Juni 2022 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya menghasilkan finansial dari penjualan obat-obatan, namun kompetensi para Tenaga Teknik Kefarmasian (TTK) ini bisa tetap dipraktikkan, meskipun tidak bekerja di sarana kefarmasian.
"Pengembangan obat-obatan herbal ini sangat bagus bagi Tenaga Teknis Kefarmasian. Jadi mereka tidak perlu menunggu lowongan kerja di sarana kefarmasian lainnya," sambung Mujiasih.
Baca: BPOM: Belum Ada Obat Herbal Terbukti Sembuhkan COVID-19
Dia memaparkan, di Provinsi NTB, terdapat delapan Institusi Pendidikan baik D3 Farmasi maupun S1 Farmasi yang setiap tahunnya meluluskan kurang lebih 100 orang lulusan Tenaga Teknis Kefarmasian.
"Banyaknya lulusan tersebut menjadi PR buat kami, kedepannya akan kami kemanakan lulusan-lulusan TTK yang setiap tahun selalu bertambah, tanpa diimbangi dengan penambahan jumlah sarana kefarmasian," tukasnya.
"Pengembangan obat-obatan herbal ini sangat bagus bagi Tenaga Teknis Kefarmasian. Jadi mereka tidak perlu menunggu lowongan kerja di sarana kefarmasian lainnya," sambung Mujiasih.
Baca: BPOM: Belum Ada Obat Herbal Terbukti Sembuhkan COVID-19
Dia memaparkan, di Provinsi NTB, terdapat delapan Institusi Pendidikan baik D3 Farmasi maupun S1 Farmasi yang setiap tahunnya meluluskan kurang lebih 100 orang lulusan Tenaga Teknis Kefarmasian.
"Banyaknya lulusan tersebut menjadi PR buat kami, kedepannya akan kami kemanakan lulusan-lulusan TTK yang setiap tahun selalu bertambah, tanpa diimbangi dengan penambahan jumlah sarana kefarmasian," tukasnya.
(san)
Lihat Juga :