Ribuan Balita Depok Alami Stunting, 70 Persen Keluarga Mampu
Sabtu, 25 Juni 2022 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
”Pola asuh artinya dalam memberikan makan balita banyak diserahkan ke asisten rumah tangga karena kesibukan sang ibu yang bekerja. Sehingga makanan balita tidak sehat, atau tidak sesuai asupan dari yang seharusnya,” katanya.
Pemicu lainnya karena kesalahan cara memasak sehingga makanan kehilangan kandungan gizi, protein dan vitamin. Selain itu, tampilan makanan yang tidak menarik juga membuat anak enggan makan. “Atau anak dimanjakan dengan makanan tidak sehat seperti jajanan,” ujarnya. Baca juga: Stunting pada Anak Dipicu Perilaku Salah Masyarakat
Untuk menekan angka stunting, Kota Depok membuat program D'sunting menara (Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Depok Ramah Anak). Yaitu melalui kegiatan yang dipelopori oleh para kader PKK Kota Depok.
”Kami bersama Wagub Jabar deklarasi untuk menurunkan angka prevalensi stunting Jabar dengan membentuk satgas khusus stunting tingkat desa dan kelurahan sekaligus peluncuran gerakan Ngawal Jawa Barat New Zero Stunting (Ngabring),” pungkasnya.
Pemicu lainnya karena kesalahan cara memasak sehingga makanan kehilangan kandungan gizi, protein dan vitamin. Selain itu, tampilan makanan yang tidak menarik juga membuat anak enggan makan. “Atau anak dimanjakan dengan makanan tidak sehat seperti jajanan,” ujarnya. Baca juga: Stunting pada Anak Dipicu Perilaku Salah Masyarakat
Untuk menekan angka stunting, Kota Depok membuat program D'sunting menara (Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Depok Ramah Anak). Yaitu melalui kegiatan yang dipelopori oleh para kader PKK Kota Depok.
”Kami bersama Wagub Jabar deklarasi untuk menurunkan angka prevalensi stunting Jabar dengan membentuk satgas khusus stunting tingkat desa dan kelurahan sekaligus peluncuran gerakan Ngawal Jawa Barat New Zero Stunting (Ngabring),” pungkasnya.
(ams)
Lihat Juga :