Selain Berikrar, Jamaah Khilafatul Muslimin Tanggalkan Jas dan Semua Atribut

Kamis, 23 Juni 2022 - 21:11 WIB
loading...
Selain Berikrar, Jamaah Khilafatul Muslimin Tanggalkan Jas dan Semua Atribut
Anggota jamaah Khilafatul Muslimin menanggalkan semua atribut di hadapan Kapolres Cimahi, Plt Wali Kota Cimahi, Kodim 0609, Kemenag, MUI, Kesbangpol, kiyai dan ulama usai membacakan ikrar janji setia di Mapolres Cimahi, Kamis (23/6/2022). MPI/Adi Haryanto
A A A
CIMAHI - Anggota jamaah Khilafatul Muslimin dari wilayah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berikrar setia pada NKRI. Selain berikrar setia kepada Pancasila dan NKRI , mereka juga menanggalkan semua atribut yang mereka kenakan.

Aksi mereka dilakukan dan disaksikan langsung oleh Kapolres Cimahi, Plt Wali Kota Cimahi, Kodim 0609, Kemenag, MUI, Kesbangpol, kiyai dan ulama. Atribut yang ditanggalkan oleh 37 anggota Khilafatul Muslimin itu seperti peci, jas, selendang, dan berbagai atribut lainnya.

"Ini sesuatu yang positif, spriritnya harus diapresiasi, secara ikhlas mereka mau melakukan itu, kembali lagi ke pangkuan ibu pertiwi," kata Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang hadir menyaksikan deklarasi pernyataan janji setia ke Pancasila dan NKRI oleh jemaah Khilafatul Muslimin di Mapolres Cimahi, Kamis (23/6/2022).

Ngatiyana menyadari, bisa saja ada dari sebagian para anggota itu yang tidak mengetahui dan hanya ikut-ikutan. Sehingga dengan deklarasi ini mereka tidak terjerembab semakin jauh. Bagaimanapun sebagai warga negara yang hidup di Indonesia harus taat kepada Pancasila dan NKRI.

Menurutnya, bangsa Indonesia lahir dari sebuah perjuangan para pendahulu melalui pengorbanan nyawa. Oleh karena itu hargailah para pendahulu yang telah menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan.

"Ingat kelebihan kita yang tidak dimiliki negara lain, Indonesia itu punya keanekaragaman suku bangsa dan agama. Ini wajib menghargai para pahlawan yang telah menghadirkan Pancasila dengan pengorbanannya," tegasnya.



Baca: Tangis Haru Pecah, Kapolsek Tegalalang Bali Tanggung SPP Siswi Pencuri Kotak Amal di Pura.

Untuk itu, dirinya mengimbau ke depannya masyarakat agar tidak mudah terdoktrin terhadap ajakan-ajakan yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Apalagi yang mengarah ke radikalisme dan terorisme. Terlebih ibu-ibu yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba ikut-ikutan ke jalan yang salah.

Baca Juga: Ayah Bejat Tertangkap Basah Cabuli 2 Anak Tiri, Dilakukan Sejak 2021 secara Bergantian.

"Ibu-ibu hati-hati, yang akan kena imbasnya adalah anak dan keturunan kita, yang usia dan perjalanan hidupnya masih panjang. Mumpung belum terlalu jauh, mari kembali ke Pancasila dan NKRI," pungkasnya.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1555 seconds (11.252#12.26)