Mudik Sukses Berkat Kerja Sama Stakeholder dan Media

Rabu, 22 Juni 2022 - 21:55 WIB
loading...
A A A
Menurut Aan, secara umum tidak ada hambatan signifikan. Hanya ada pelambatan di rest area sementara kapasitasnya terbatas. Pihaknya juga tidak bisa membatasi masyarakat karena ini terkait kebutuhan pribadi yang tidak bisa diwakilkan. Misalnya membuat air kecil hingga BAB.

Pihaknya sudah melakukan rapat evaluasi soal mudik. Salah satunya rest area yang harus direkonstruksi. Jadi, rest area harusnya masuk dulu, melingkar-lingkar baru parkir di dalam. Yang ada sekarang begitu masuk langsung parkir. Ini yang menyebabkan kemacetan karena ekornya sampai ke badan jalan. Kita mau buka tutup pun susah karena akses masuk terlalu dekat dengan badan jalan.
Baca juga: Korlantas Targetkan Pelat Nomor Berwarna Putih Diterapkan Pertengahan Juni 2022

Dia mengakui untuk lintas Sumatera memang ada hambatan di Pelabuhan Merak. Tapi, pihaknya sudah melakukan beberapa rekayasa. Misalnya, saat situasi hijau, kuning, dan merah. Misalnya ketika pelabuhan sudah memberangkatkan 100 kendaraan baru diarahkan mobil lain untuk masuk sehingga tidak terjadi antrean panjang. Kalau dilepas begitu saja akan terjadi crossing dan pasti akan mengganggu masyarakat setempat yang melakukan aktivitas.

“Tapi itu keputusan paling bagus karena pelabuhan tidak bisa dipaksa karena kalau dipaksa kapal akan tenggelam. Makanya harus diatur. Rekomendasi kita ke depan mudah-mudahan ada beberapa pelabuhan alternatif. Artinya tidak hanya Merak sehingga bisa memecah kemacetan,” ujarnya.

Dia menilai penanganan mudik tahun ini sangat memuaskan karena ada parameter melalui berbagai rekayasa. Ditambah command center yang terintegrasi dengan stakeholder sehingga dua jam sebelum terjadi kemacetan sudah dapat diantisipasi. Misalnya ketika kendaraan yang melewati Cikampek sudah 3.000 atau sudah mendekati 60% dari kapasitas jalan maka harus dilakukan rekasaya jalan. Kalau terlambat akan crowded.

“Suksesnya penanganan mudik Lebaran karena kerja bareng. Bukan hanya polisi terutama masyarakat dan media. Masyarakat tahu dari media. Masyarakat paham apa yang kita lakukan. Mudik kemarin saya melihat hampir 60% tingkat kepatuhan masyarakat mengikuti ganjil genap. Intinya kerja bareng semua pihak terutama masyarakat ikut berpartisipasi dalam kebijakan tersebut,” kata Aan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens: Keterbukaan...
Boni Hargens: Keterbukaan Kapolri Perkuat Relasi Negara dan Masyarakat
Korlantas Gelar Operasi...
Korlantas Gelar Operasi Patuh mulai 8 Juni, Pelanggaran Pelat Nomor Bakal Jadi Target
Jasa Raharja Sosialisasikan...
Jasa Raharja Sosialisasikan JRKu, Dorong Pelaporan Kecelakaan Lebih Cepat dan Mudah
Rekomendasi
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved