Berada di Dekat Lokalisasi Gunung Antang, Cagar Budaya Jembatan Kereta Terowongan Tiga Tak Terurus
Selasa, 21 Juni 2022 - 06:34 WIB
loading...
Cagar budaya Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Jalan Bunga I, Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, kondisinya tidak terurus.Foto/MPI/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Salah satu objek cagar budaya Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Jalan Bunga I, Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, kondisinya tidak terurus. Jembatan Terowongan Tiga ini berada di dekat lokalisasi prostitusi dan perjudian Gunung Antang.
Padahal Jembatan Terowongan Tiga tersebut sudah diresmikan menjadi cagar budaya. Kasi Perlindungan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur, Iyan Iskandar mengatakan, cagar budaya yang berbentuk jembatan tersebut berada dekat dengan lokalisasi Gunung Antang.
Jembatan yang telah dibangun sejak 1917 itu dalma kondisi tak terawat. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan peninjauan guna memperbaiki peninggalan sejarah masa lampau tersebut.
"Objek cagar budaya ini merupakan peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi dan patut dihargai keberadaannya," kata Iyan pada Senin, 20 Juni 2022. Baca: Anies Tetapkan 4 Bangunan Sejarah di Jakarta sebagai Cagar Budaya
Berdasarkan keterangan Iyan, kunjungan terakhir dari Sudin Kebudayan Jakarta Timur telah dilakukan pada 31 Mei 2022 lalu. Saat peninjauan, di sana banyaknya sampah di sekitar aliran air sungai yang melewati terowongan jembatan.
Belum lagi pepohonan liar yang merambat tak beraturan sehingga tidak sedap dipandang mata, kondisinya jelas memprihatinkan, ditambah adanya keretakan di bagian jembatan.
Padahal Jembatan Terowongan Tiga tersebut sudah diresmikan menjadi cagar budaya. Kasi Perlindungan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur, Iyan Iskandar mengatakan, cagar budaya yang berbentuk jembatan tersebut berada dekat dengan lokalisasi Gunung Antang.
Jembatan yang telah dibangun sejak 1917 itu dalma kondisi tak terawat. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan peninjauan guna memperbaiki peninggalan sejarah masa lampau tersebut.
"Objek cagar budaya ini merupakan peninggalan bersejarah yang bernilai tinggi dan patut dihargai keberadaannya," kata Iyan pada Senin, 20 Juni 2022. Baca: Anies Tetapkan 4 Bangunan Sejarah di Jakarta sebagai Cagar Budaya
Berdasarkan keterangan Iyan, kunjungan terakhir dari Sudin Kebudayan Jakarta Timur telah dilakukan pada 31 Mei 2022 lalu. Saat peninjauan, di sana banyaknya sampah di sekitar aliran air sungai yang melewati terowongan jembatan.
Belum lagi pepohonan liar yang merambat tak beraturan sehingga tidak sedap dipandang mata, kondisinya jelas memprihatinkan, ditambah adanya keretakan di bagian jembatan.
Lihat Juga :