Kisah Johar Manik Naik Kuda Putih Kyai Bangkol, Senopati Sakti Mandraguna Kepercayaan Pangeran Diponegoro
Jum'at, 17 Juni 2022 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
Karena jabatannya sebagai senopati perang, Johar Manik pun mendapat semacam ‘mobil dinas’ berupa seekor kuda berwarna putih dari Sang Pangeran agar bisa dipakai untuk mobilitas dalam peperangan. Kuda putih itu diberi nama Kyai Bangkol.
Menurut Agustina Sri Kuntarsih, cucu canggah Johar Manik, dalam sebuah penyergapan di Salatiga yang dilakukan oleh Belanda dan antek-anteknya dari prajurit keraton yang memihak Belanda, Johar Manik yang saat itu terkepung tetap melakukan perlawanan sengit.
Dalam peperangan, Johar Manik yang saat itu menunggangi kuda, tertusuk tombak di badannya hingga menderita luka parah.
Meski demikian, dia masih tetap bisa mengendalikan kuda tunggangannya menuju tempat persembunyiannya di daerah Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
"Kudanya sudah sangat terlatih dan ketika Mbah Johar Manik terluka parah, langsung menuju tempat persembunyiannya di Sumogawe,” kata Sri Kuntrasih.
Di Sumogawe ada Pangeran Sumonegoro yang merupakan saudara Pangeran Diponegoro yang ikut berjuang melawan penjajah. Johar Manik yang terluka parah kemudian dirawat, namun nyawanya akhirnya tidak tertolong.
Karena jabatannya sebagai senopati perang, Johar Manik pun mendapat semacam ‘mobil dinas’ berupa seekor kuda berwarna putih dari Sang Pangeran agar bisa dipakai untuk mobilitas dalam peperangan. Kuda putih itu diberi nama Kyai Bangkol.
Menurut Agustina Sri Kuntarsih, cucu canggah Johar Manik, dalam sebuah penyergapan di Salatiga yang dilakukan oleh Belanda dan antek-anteknya dari prajurit keraton yang memihak Belanda, Johar Manik yang saat itu terkepung tetap melakukan perlawanan sengit.
Dalam peperangan, Johar Manik yang saat itu menunggangi kuda, tertusuk tombak di badannya hingga menderita luka parah.
Meski demikian, dia masih tetap bisa mengendalikan kuda tunggangannya menuju tempat persembunyiannya di daerah Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
"Kudanya sudah sangat terlatih dan ketika Mbah Johar Manik terluka parah, langsung menuju tempat persembunyiannya di Sumogawe,” kata Sri Kuntrasih.
Di Sumogawe ada Pangeran Sumonegoro yang merupakan saudara Pangeran Diponegoro yang ikut berjuang melawan penjajah. Johar Manik yang terluka parah kemudian dirawat, namun nyawanya akhirnya tidak tertolong.
Lihat Juga :