Tersangka Kasus 7 Janin di Kota Makassar Berpotensi Bertambah

Rabu, 15 Juni 2022 - 17:41 WIB
loading...
Tersangka Kasus 7 Janin...
Jajaran penyidik Polrestabes Makassar saat merilis sejoli tersangka kasus aborsi 7 janin di Makassar. Foto: Sindonews/Ansar Jumasang
A A A
MAKASSAR - Jajaran penyidik Polrestabes Makassar terus melakukan pengembangan terkait dengan penemuan kasus 7 janin yang di simpan dalam kotak makanan di sebuah kos. Bahkan jumlah tersangkaberpotensi bisa bertambah.

Hal itu setelah pihak kepolisian tengah menelusuri asal obat aborsi yang digunakan SM (30) dan NM (29) sepasang sejoli yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Belum lagi pelaku laki-laki dalam pemeriksaan mengaku hanya melakukan empat kali aborsi dengan kekasihnya tersebut.

Baca Juga: Kasus Tujuh Janin, Pelaku Pria Akui 4 Kali Lakukan Aborsi Bersama Kekasihnya

Meski demikian, penyidik masih menunggu hasil tes DNA yang kini sudah dilakukan untuk mencocokkan tujuh janin tersebut dengan sepasang tersangka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Reonald saat ditanyai SINDOnews, tak menampik jika kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam kasus aborsi tujuh janin tersebut.

"Terkait tersangka baru, kita belum sampai ke sana. Saya tidak mau bilang tidak ada tersangka baru, tetapi juga tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Meski demikian hal itu tergantung dari hasil pengembangan pemeriksaan dan uji DNA serta keterangan dari kedua tersangka maupun saksi," tuturnya kepada SINDOnews, Rabu, (15/6/2022).

Reonald juga bilang, jika dalam pemeriksaan DNA nantinya ternyata didapati sampel yang berbeda dari kedua tersangka. Maka besar kemungkinan ada tersangka baru.

"Makanya tadi saya bilang tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Tapi belum bisa kita pastikan dan tergantung hasil pemeriksaan," tandasnya.

Dirinya juga menjelaskan, adanya indikasi penggunaan obat obatan dalam melakukan aborsi, pihaknya juga akan melakukan penegembangan terkait obat tersebut yang kini dipastikan merupakan obat pabrikan.

"Pasti kita telusuri dari mana obat (aborsi) itu dan bagaimana mendapatkan obat tersebut yang pasti obat itu dari pabrikan," kata Reonald.

Baca Juga: Tes Kejiwaan Bakal Ungkap Motif Sejoli Tersangka Aborsi 7 Janin

Hingga Kini Polisi telah melakukan tes kejiwaan terhadap dua tersangka aborsi tujuh janin yang disimpan dalam kotak makanan di sebuah indekos Jalan Balangturungan, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Tes tersebut kata Reonald, melibatkan empat tim ahli yakni Tim Psikologi, Psikiater, Tim Labfor DNA Jakarta dan dokter yang melakukan visum hidup.

"Jadi terkait pemeriksaan kejiwaan kedua tersangka, mereka diperiksa oleh tim Psikologi Polda Sulsel selama 6 jam Kemudian dari Psikater Dokkes Polda Sulsel 5 jam diperiksa kejiwaannya," ucap Reonald.

Selain melakukan pemeriksaan psikologi dan psikiater, polisi juga melakukan pemeriksaan visum hidup terhadap tersangka NM. Reonald juga menjelaskan visum hidup itu untuk mengetahui kondisi kesehatan NM secara menyeluruh apakah ada efek atau dampak yang dialami oleh NM setelah melakukan aborsi tersebut.

Baca Juga: Polisi Bakal Tes DNA atas Temuan 7 Janin di Kamar Kos Makassar



"Kita juga lakukan visum hidup kurang lebih 2,5 jam, untuk hasilnya kita masih menunggu keterangan tertulis dari tim ahli. Namun hasilnya belum keluar dan masih menunggu tim ahli," paparnya.

Sedangkan tes DNA tersangka, lanjut Reonald, dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Jakarta. "DNA sudah dikirim ke Jakarta sedang menunggu hasilnya dari Labfor Jakarta. Kita tes DNA dari tujuh janin tersebut dan termasuk uji sampel dari kedua tersangka untuk mengetahui identik atau tidaknya," tukasnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
Kanit PPA Polrestabes...
Kanit PPA Polrestabes Makassar Minta Rp10 Juta ke Pelaku Pelecehan, Rp5 Juta untuk Korban dan Rp5 Juta Iptu HR
Gempar, Janin Bayi Ditemukan...
Gempar, Janin Bayi Ditemukan di Septic Tank RS Koja Jakut
Tak Terbukti Bakar Kampus...
Tak Terbukti Bakar Kampus Unhas Makassar, 32 Mahasiswa Dipulangkan
Kampus Universitas Hasanuddin...
Kampus Universitas Hasanuddin Dibakar dan Dirusak Sejumlah Orang
Jember Gempar! Mahasiswi...
Jember Gempar! Mahasiswi Ditemukan Tewas Bersama Janinnya di Kamar Kos
Bahaya Mikroplastik...
Bahaya Mikroplastik Mengintai Ibu Hamil: Penelitian Ungkap Paparan Hingga ke Janin
Janin Keguguran, Apakah...
Janin Keguguran, Apakah Masih Sunnah Aqiqah? Begini Penjelasannya
Darurat Judi Online,...
Darurat Judi Online, Kejar Server Berada di Luar Negeri
Rekomendasi
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved