Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir

Rabu, 24 Juni 2020 - 09:55 WIB
loading...
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Ilustrasi penggunaan senjata nuklir, jika benar-benar terjadi ini merupakan peristiwa sensasional dalam sejarah manusia. Foto : Ilustrasi/Istimewa
A A A
MOSKOW - Sebuah peristiwa fenomenal dan dahsyat jika Korea Utara (Korut) benar-benar menggunakan senjata nuklirnya untuk melawan Amerika Serikat (AS). Ancaman penggunaan nuklir tersebut sendiri telah dikeluarkan rezim Kim Jong-un dari Kedutaan Korut di Moskow yang dirilis kantor berita Rusia, TASS.

"Tahun ini, militer AS telah melakukan berbagai jenis manuver militer di Korea Selatan dan sekitarnya dengan tujuan menyerang Korea Utara dengan cepat," bunyi pernyataan tersebut. Baca : Korut-Korsel Diambang Perang, Kim Jong-un Justru Tinggalkan Pyongyang

"Babak baru Perang Korea akan menambah peristiwa yang sangat sensasional bagi sejarah umat manusia, yang akan mengakhiri kekaisaran lain, yang bernama Amerika Serikat," lanjut pernyataan kedutaaan yang dikutip New York Post, Rabu (24/06/2020).

Meskipun pernyataan itu belum dilaporkan di tempat lain, pernyataan itu dirilis pada hari-hari menjelang peringatan 70 tahun dimulainya Perang Korea.

Perang Korea dimulai pada 25 Juni 1950, ketika pasukan Korut yang mendapat dukungan China dan Uni Soviet menyerbu Korea Selatan. Dalam beberapa minggu, AS terlibat dalam konflik atas nama Korea Selatan, dengan alasan itu adalah perang melawan komunisme di panggung internasional.

Rezim Kim Jong-un telah vokal dalam beberapa hari terakhir tentang upayanya untuk mengejar musuhnya, Korea Selatan. Negara komunis itu mengumumkan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan selebaran propaganda anti-Korea Selatan yang digambarkan "setinggi gunung".

Selebaran yang jumlahnya diklaim mencapai 12 juta lembar itu siap dikirim melintasi perbatasan ke Korea Selatan sebagai pembalasan atas tindakan serupa oleh para pembelot Korut yang tinggal di Korea Selatan. Pemerintah Seoul disalahkan Pyongyang karena tidak menghentikan ulah para pembelot.

Praktek meluncurkan selebaran melintasi perbatasan telah digunakan oleh para pembelot Korea Utara selama bertahun-tahun. Militer Korea Selatan telah berhenti mengirim selebaran anti-Pyongyang sejak 2010 setelah mencapai kesepekatan dengan Korea Utara dalam sebuah pertemuan.

Kelompok-kelompok pembelot Korut diketahui mengirim makanan, uang dolar, radio mini, dan stik USB berisi berita dan drama Korea Selatan. Baca Juga : Pasukan Militer Korut Disebar, Bersiap Tugas Tempur Kelas Tinggi

Pekan lalu, Kim Jong-un mengizinkan adik perempuannya, Kim Yo-jong, memerintahkan meledakkan kantor penghubung dua Korea. Kantor itu telah dioperasikan dengan Korea Selatan selama dua tahun terakhir.

Kim Yo Jong menggambarkan Korea Selatan sebagai "musuh" ketika mengumumkan peledakan bangunan. Baca Lagi : Pyongyang Minta Washington Diam dan Tak Urusi Soal Korut-Korsel

"Dengan menggunakan kekuatan saya yang disahkan oleh pemimpin tertinggi, partai kami dan negara, saya memberikan instruksi kepada lengan departemen yang bertanggung jawab atas urusan dengan musuh untuk secara tegas melakukan tindakan selanjutnya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Gertrude Banda,...
Kisah Gertrude Banda, Agen CIA yang Bawa Kapolri Pertama ke Amerika demi Melawan Komunis
Diaspora Papua di AS:...
Diaspora Papua di AS: Terima Kasih Indonesia atas Program Beasiswa LPDP
Geger, Bos Resor asal...
Geger, Bos Resor asal Amerika Ditemukan Tewas di Perairan Mentawai
WNA Amerika Serikat...
WNA Amerika Serikat Meninggal setelah Menyelam di Raja Ampat Papua
Ketum HIPMI Jabar Dampingi...
Ketum HIPMI Jabar Dampingi Presiden Jokowi ke Amerika, Ini Harapannya
Langgar Overstay, 2...
Langgar Overstay, 2 Warga Negara Amerika Serikat Dideportasi
Dikenal Temperamen,...
Dikenal Temperamen, Bule Amerika yang Bunuh Mertua di Banjar Dijerat Pasal Berlapis
Banjar Gempar! Bule...
Banjar Gempar! Bule Amerika Tikam Mertua hingga Tewas Bersimbah Darah
WNA Amerika Berulah...
WNA Amerika Berulah di Bali, Lepas Celana di Terminal Kedatangan Bandara Ngurah Rai
Rekomendasi
Ganasnya Kebakaran Terbesar...
Ganasnya Kebakaran Terbesar Korsel: 26 Orang Tewas, Helikopter Pemadam Malah Jatuh
Aston Martin Luncurkan...
Aston Martin Luncurkan Vanquish Volante 2025, Desain Ikonik Dipertahankan
Respons Sinyal Jokowi...
Respons Sinyal Jokowi Gabung PSI, Golkar Yakin Punya Hitungan Politik sebelum Menentukan
Berita Terkini
Stok Pangan Aman selama...
Stok Pangan Aman selama Lebaran, Gubernur Kalteng Bakal Tindak Tegas Oknum Nakal
29 menit yang lalu
Imbas Penutupan Akses...
Imbas Penutupan Akses Tol Cipali saat Arus Mudik, Jalur Pantura Cirebon Macet Parah
33 menit yang lalu
Rawan Kecelakaan, Pemudik...
Rawan Kecelakaan, Pemudik Diminta Waspadai Fenomena Aquaplanning di Tol Malang
40 menit yang lalu
Masjid Al-Khairiyah...
Masjid Al-Khairiyah PIK 2 Berbagi di Bulan Ramadan
42 menit yang lalu
Lepas Ribuan Pemudik...
Lepas Ribuan Pemudik di Jakpus, Wamenhub: 200 Ribu Warga Manfaatkan Mudik Gratis
51 menit yang lalu
Libur Lebaran, BNPB:...
Libur Lebaran, BNPB: Waspadai Banjir Rob di Jakarta pada 28 Maret-1 April 2025
1 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan China Mampu...
5 Alasan China Mampu Akhiri Dominasi Kapal Induk Amerika Serikat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved