Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Rabu, 24 Juni 2020 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Praktek meluncurkan selebaran melintasi perbatasan telah digunakan oleh para pembelot Korea Utara selama bertahun-tahun. Militer Korea Selatan telah berhenti mengirim selebaran anti-Pyongyang sejak 2010 setelah mencapai kesepekatan dengan Korea Utara dalam sebuah pertemuan.
Kelompok-kelompok pembelot Korut diketahui mengirim makanan, uang dolar, radio mini, dan stik USB berisi berita dan drama Korea Selatan. Baca Juga : Pasukan Militer Korut Disebar, Bersiap Tugas Tempur Kelas Tinggi
Pekan lalu, Kim Jong-un mengizinkan adik perempuannya, Kim Yo-jong, memerintahkan meledakkan kantor penghubung dua Korea. Kantor itu telah dioperasikan dengan Korea Selatan selama dua tahun terakhir.
Kim Yo Jong menggambarkan Korea Selatan sebagai "musuh" ketika mengumumkan peledakan bangunan. Baca Lagi : Pyongyang Minta Washington Diam dan Tak Urusi Soal Korut-Korsel
"Dengan menggunakan kekuatan saya yang disahkan oleh pemimpin tertinggi, partai kami dan negara, saya memberikan instruksi kepada lengan departemen yang bertanggung jawab atas urusan dengan musuh untuk secara tegas melakukan tindakan selanjutnya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Kelompok-kelompok pembelot Korut diketahui mengirim makanan, uang dolar, radio mini, dan stik USB berisi berita dan drama Korea Selatan. Baca Juga : Pasukan Militer Korut Disebar, Bersiap Tugas Tempur Kelas Tinggi
Pekan lalu, Kim Jong-un mengizinkan adik perempuannya, Kim Yo-jong, memerintahkan meledakkan kantor penghubung dua Korea. Kantor itu telah dioperasikan dengan Korea Selatan selama dua tahun terakhir.
Kim Yo Jong menggambarkan Korea Selatan sebagai "musuh" ketika mengumumkan peledakan bangunan. Baca Lagi : Pyongyang Minta Washington Diam dan Tak Urusi Soal Korut-Korsel
"Dengan menggunakan kekuatan saya yang disahkan oleh pemimpin tertinggi, partai kami dan negara, saya memberikan instruksi kepada lengan departemen yang bertanggung jawab atas urusan dengan musuh untuk secara tegas melakukan tindakan selanjutnya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
(sri)
Lihat Juga :