4 Kali Terbakar, Begini Kronologi Kebakaran Pabrik Tiner di Tangerang
Kamis, 09 Juni 2022 - 20:09 WIB
loading...
Kebakaran pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama di Jalan Raya Cukang Galih, Kampung Ranca Buntu No 7, Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, sulit dipadamkan. Foto: MNC Portal/Nandha Aprilianti
A
A
A
TANGERANG - Kebakaran pabrik tiner milik PT Warna Prima Kimiatama di Jalan Raya Cukang Galih, Kampung Ranca Buntu No 7, Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang , sulit dipadamkan.Kesulitan itu karena ketinggian api mencapai 20 meter.
“Kami dapat informasi tadi siang jam 11.30 ada kebakaran laporan dari perusahaan. Langsung kita meluncur. Satu unit dulu pas di jalan melihat besarnya api langsung saya kerahkan 4 unit damkar,” ujar Danton Pos Damkar Curug Bob Sulaeman saat ditemui di lokasi, Kamis (9/6/2022). Baca juga: Pabrik Tiner Terbakar, Polisi Duga Akibat Kelalaian Pekerja
Terkait kronologi, Bob menuturkan, kebakaran melanda dua gedung dalam satu kawasan. Dua gedung tersebut yakni bagian produksi dan bahan baku penyimpanan bahan kimia.
“Dilihat dari pegelaran hydrant dan karyawan sempat melakukan pemadaman tapi gagal besarnya api durasinya terlalu lama kapasitas api terlalu kuat akhirnya pada mundur karyawan,” ungkapnya.
Selain itu, bahan kimia yang begitu banyak membuat ledakan pada drum tempat penampungan bahan kimia di pabrik tersebut.
“Saking kuatnya (api) drumnya sampai pada terbang ke atas. Jadi itu ada sisi bahayanya juga ini,” paparnya.
“Kami dapat informasi tadi siang jam 11.30 ada kebakaran laporan dari perusahaan. Langsung kita meluncur. Satu unit dulu pas di jalan melihat besarnya api langsung saya kerahkan 4 unit damkar,” ujar Danton Pos Damkar Curug Bob Sulaeman saat ditemui di lokasi, Kamis (9/6/2022). Baca juga: Pabrik Tiner Terbakar, Polisi Duga Akibat Kelalaian Pekerja
Terkait kronologi, Bob menuturkan, kebakaran melanda dua gedung dalam satu kawasan. Dua gedung tersebut yakni bagian produksi dan bahan baku penyimpanan bahan kimia.
“Dilihat dari pegelaran hydrant dan karyawan sempat melakukan pemadaman tapi gagal besarnya api durasinya terlalu lama kapasitas api terlalu kuat akhirnya pada mundur karyawan,” ungkapnya.
Selain itu, bahan kimia yang begitu banyak membuat ledakan pada drum tempat penampungan bahan kimia di pabrik tersebut.
“Saking kuatnya (api) drumnya sampai pada terbang ke atas. Jadi itu ada sisi bahayanya juga ini,” paparnya.
Lihat Juga :