882 Ternak di Sleman Suspek PMK, 26 Positif, Tersebar di 12 Kapanewon
Kamis, 09 Juni 2022 - 18:15 WIB
loading...
Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menyerang hewan ternak di Kabupaten Sleman. Hingga Rabu (8/6/2022) pukul 14.00 WIB, telah ada 908 kasus PMK. Foto SINDOnews
A
A
A
SLEMAN - Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menyerang hewan ternak di Kabupaten Sleman. Hingga Rabu (8/6/2022) pukul 14.00 WIB, telah ada 908 kasus PMK. Dari jumlah ini, 882 ternak suspek dan 26 ternak dinyatakan positif PMK melalui uji laboratorium.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Nawangwulan mengatakan dari 908 kasus PMK itu, 8 ternak dinyatakan sembuh, 3 ternak mati dan 897 ternak dalam pengawasan dan pengobatan serta tidak ada yang dipotong paksa.
“Kasus itu tersebar di 12 kapanewon dari 17 kapanewon di Sleman,” kata Nawangwulan, Kamis (9/6/2022). Baca juga: PMK Mengancam, Ridwan Kamil Minta Pemda Waspadai Hewan Ternak Jelang Idul Adha
12 kapanewon itu meliputi Kapanewon Moyudan, Gamping, Tempel, Mlati, Sleman, Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Cangkringan, Berbah, Prambanan dan Kalasan. Untuk lima kapanaewon, yakni Depok, Seyegan, Godean, Minggir dan Turi belum ditemukan kasus PMK.
Nawangwulan menjelaskan dari hasil tracing atau investigasi di semua titik kejadian kasus, diketahui , penyebab penyebaran PMK di Kabupaten Sleman, ditengarai berasal dari masuknya ternak, pedagang maupun alat angkut dari luar daerah.
Penyebab lain, ada juga pedagang dan alat angkut dari Kabupaten Sleman yang sempatmengunjungi pasar hewan atau lokasi lain di luar daerah dan sudah ada penularan lokal dalam wilayah di Kabupaten Sleman.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Nawangwulan mengatakan dari 908 kasus PMK itu, 8 ternak dinyatakan sembuh, 3 ternak mati dan 897 ternak dalam pengawasan dan pengobatan serta tidak ada yang dipotong paksa.
“Kasus itu tersebar di 12 kapanewon dari 17 kapanewon di Sleman,” kata Nawangwulan, Kamis (9/6/2022). Baca juga: PMK Mengancam, Ridwan Kamil Minta Pemda Waspadai Hewan Ternak Jelang Idul Adha
12 kapanewon itu meliputi Kapanewon Moyudan, Gamping, Tempel, Mlati, Sleman, Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Cangkringan, Berbah, Prambanan dan Kalasan. Untuk lima kapanaewon, yakni Depok, Seyegan, Godean, Minggir dan Turi belum ditemukan kasus PMK.
Nawangwulan menjelaskan dari hasil tracing atau investigasi di semua titik kejadian kasus, diketahui , penyebab penyebaran PMK di Kabupaten Sleman, ditengarai berasal dari masuknya ternak, pedagang maupun alat angkut dari luar daerah.
Penyebab lain, ada juga pedagang dan alat angkut dari Kabupaten Sleman yang sempatmengunjungi pasar hewan atau lokasi lain di luar daerah dan sudah ada penularan lokal dalam wilayah di Kabupaten Sleman.
Lihat Juga :