Jual Sapi dan Tanah, Kuli Bangunan Berusia 62 Tahun Ini Semringah Bisa Naik Haji
Kamis, 09 Juni 2022 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 1 Korban Jatuhnya Helikopter di Mimika Papua Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian
"Saya ini orang miskin, tidak ada bayangan saat itu untuk bisa naik haji. Wong buat makan saja saya mesti susah payah jadi kuli bangunan," tutur Djaelani mengawali kisahnya.
Tahun 1980, Djaelani mulai mengais rezeki di perantauan sebagai kuli bangunan. Meski tak tentu penghasilan yang bisa ia dapatkan, Djaelani tak lupa menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk ditabung. "Tahun 2007, uang tabungan saya terkumpul Rp5 juta. Uang itu saya gunakan beli sapi," kenangnya.
Dua tahun berlalu, Djaelani menjual sapinya seharga Rp8 juta. Uang tersebut lantas ia belikan tanah seharga Rp10 juta, dengan mencari pinjaman bank untuk menutupi kekurangannya. Di saat itu, keinginannya pergi haji makin membuncah. Ia bernadzar dalam hati, bila ada yang mau membeli tanahnya, maka uangnya akan ia gunakan untuk daftar haji.
Baca juga: Sadis! 7 Jasad Janin Bayi Hasil Aborsi Ditemukan di Kotak Makan
"Saya ini orang miskin, tidak ada bayangan saat itu untuk bisa naik haji. Wong buat makan saja saya mesti susah payah jadi kuli bangunan," tutur Djaelani mengawali kisahnya.
Tahun 1980, Djaelani mulai mengais rezeki di perantauan sebagai kuli bangunan. Meski tak tentu penghasilan yang bisa ia dapatkan, Djaelani tak lupa menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk ditabung. "Tahun 2007, uang tabungan saya terkumpul Rp5 juta. Uang itu saya gunakan beli sapi," kenangnya.
Dua tahun berlalu, Djaelani menjual sapinya seharga Rp8 juta. Uang tersebut lantas ia belikan tanah seharga Rp10 juta, dengan mencari pinjaman bank untuk menutupi kekurangannya. Di saat itu, keinginannya pergi haji makin membuncah. Ia bernadzar dalam hati, bila ada yang mau membeli tanahnya, maka uangnya akan ia gunakan untuk daftar haji.
Baca juga: Sadis! 7 Jasad Janin Bayi Hasil Aborsi Ditemukan di Kotak Makan
Lihat Juga :