DPRD Desak Pemprov Jateng Segera Ambil Langkah Cepat Atasi PMK yang Kian Menggila

Kamis, 09 Juni 2022 - 08:03 WIB
loading...
DPRD Desak Pemprov Jateng...
Para narasumber berbicara dalam diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Sinergi Hadapi Penyakit Mulut dan Kuku. Foto/Ist.
A A A
SEMARANG - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, semakin menggila. DPRD Provinsi Jateng, mendesak Pemprov Jateng segera mengambil langkah cepat untuk mencegah meluasnya wabah PMK.

Baca juga: Gejala Mirip PMK di Simalungun Mulai Ditemukan, Ratusan Peternak Sapi Resah

Upaya pencegahan itu, dapat dilakukan dengan menjalin sinergi antara Pemprov Jateng, dengan dunia usaha dan masyarakat peternak. Menurut anggota Komisi B DPRD Jateng, Mukafi Fadli, Pemprov Jateng harus memberikan perhatian khusus terhadap penyebaran wabah PMK.



" PMK ini sudah pernah terjadi di Indonesia, dan kita telah berhasil menangani persoalan wabah ini. Mestinya kita sudah paham bagaimana penanganannya, pemeliharaannya, termasuk soal vaksin," kata Mukafi dalam Diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Sinergi Hadapi Penyakit Mulut dan Kuku di Lobby Gets Hotel Semarang, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: Sadis! 7 Jasad Janin Bayi Hasil Aborsi Ditemukan di Kotak Makan

Menurutnya, pemerintah harus segera mencari solusi dari persoalan ini. Momen Idul Adha adalah sumber pendapatan utama bagi peternak sapi, domba dan kambing. "Jangan sampai wabah ini mengakibatkan pendapatan mereka berkurang atau justru merugi. Misalnya dengan menyalurkan vaksin ke berbagai daerah, hingga kemungkinan adanya bantuan pengobatan lain kepada para peternak," katanya.

Pasalnya dari wabah PMK, kata dia ini yang paling dirugikan adalah peternak petani. Banyak dari hewan ternak mereka yang mati akibat wabah PMK ini. Untuk itu, DPRD Jateng meminta pemerintah menyalurkan vaksin disegerakan dan masif, agar upaya pemulihan ekonomi pasca COVID-19 ini juga tidak terganggu.

Dia mengatakan momen Idul Adha amat dinantikan para peternak karena saat itu peternak akan mendapatkan harga terbaik untuk menjual hewan ternaknya. Hasil keuntungan penjualan hewan ternak bisa menutup kebutuhan peternak selama setahun.

Baca juga: 1 Korban Jatuhnya Helikopter di Mimika Papua Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, Agus Wariyanto mengatakan, hingga saat ini di Jateng ternak terduga (suspek) PMK dari beberapa daerah mencapai 9.500 ekor.

"Namun, dugaan ini belum tentu betul positif ternak itu terjangkit PMK, karena harus diuji melalui laboratorium kesehatan hewan, sehingga jika hewan ternak masih gejala belum tentu positif," katanya.

Menurut dia, pihaknya sudah dengan cepat melakukan beberapa upaya sebagai langkah penanganan cepat terhadap wabah PMK ini, hingga dari jumlah hewan ternak yang terkena PMK 15 persen diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Kisah Wanita-wanita Pemberani yang Terjun ke Medan Perang Bersama Pangeran Diponegoro Melawan Belanda

Upaya yang dilakukan, kata dia, dengan bergerak cepat mengirimkan obat-obatan yang tersedia, sarana, tenaga pendamping dan dokter hewan ke berbagai daerah sentra peternakan, sehingga penyebaran PMK hewan ternak sudah bisa dikendalikan.

Selain itu, lanjut dia, daerah yang penyebaran PMK tinggi, pasar hewannya ditutup, sementara daerah lain yang kondisi aman pasar hewan tetap dibuka berjalan seperti biasa. Jadi kebijakan itu tidak harus menutup semua pasar hewan.

Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang, Turhadi Noerachman mengatakan, telah mengirimkan tim ke daerah perbatasan dengan Jawa Timur dan sentra produk hewan ternak untuk memberikan obat-obatan, suplemen hewan ternak serta penyemprotan desinfektan kandang-kandang hewan.

"Hewan ternak yang tertular PMK masih bisa dikonsumsikan, karena tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Tentunya dengan cara memasak yang betul, bahkan suhu panas perebusan daging hewan ternak harus lebih tinggi," katanya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Seluruh Kantor Pertanahan...
Seluruh Kantor Pertanahan di Jateng Tetap Buka selama Libur Nyepi dan Idulfitri
19.000 Orang Ikuti Program...
19.000 Orang Ikuti Program Mudik Gratis ke Jawa Tengah di TMII
Partai Perindo dan Pemprov...
Partai Perindo dan Pemprov Jateng Bersinergi Entaskan Kemiskinan
Lirabica: Hewan Ternak...
Lirabica: Hewan Ternak Terpapar Radiasi di Cikande Harus Diobati, Bukan Dimusnahkan
Binawan dan Poltekkes...
Binawan dan Poltekkes Kemenkes Semarang Resmikan Pusat Karier Internasional
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Perbedaan Hewan Dam...
Perbedaan Hewan Dam Haji dan Kurban, Simak Penjelasannya di Sini!
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Rekomendasi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Jakarta Butuh Ini untuk...
Jakarta Butuh Ini untuk Atasi Penurunan Muka Tanah yang Kritis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved