Kisah Wanita-wanita Pemberani yang Terjun ke Medan Perang Bersama Pangeran Diponegoro Melawan Belanda

Kamis, 09 Juni 2022 - 07:42 WIB
loading...
Kisah Wanita-wanita...
Pangeran Diponegoro. Foto/Ist.
A A A
Pangeran Diponegoro, dengan gagah berani melawan segala bentuk penjajahan yang dilakukan Belanda. Dalam pertempuran yang menguras kekayaan Kerajaan Belanda tersebut, Pangeran Diponegoro juga didukung oleh para pengikut setianya.

Baca juga: Kisah Pangeran Diponegoro, Dilawan Rakyat yang Lapar Akibat Ulah Pejabat Culas

Di antara para pengikut Pangeran Diponegoro, terdapat sejumlah wanita cantik yang turut terjun ke medan pertempuran. Para wanita itu, tak sekedar menyuplai logistik dan membantu para kaum laki-laki saja, tetapi juga ikut mengangkat senjata.



Sejumlah nama perempuan tangguh muncul saat masa perang Jawa, melawan Belanda. Dua nama yang menjadi sorotan pasukan Belanda saat itu, yaitu Raden Ayu Yudokusumo, dan Raden Ayu Serang atau yang dikenal dengan Nyi Ageng Serang.

Baca juga: Sadis! 7 Jasad Janin Bayi Hasil Aborsi Ditemukan di Kotak Makan

Dikutip dari buku "Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855" karya Peter Carey, Raden Ayu Serang, atau yang dikenal sebagai Nyi Ageng Serang, ibu Pangeran Serang II. Dia memiliki garis keturunan Wali Songo, dan dikenal sakti setelah bertapa di gua-gua di pantai selatan.

Raden Ayu Serang disebut memimpin pasukan berkekuatan 500 orang di sekitar Serang-Demak, di kala putranya Pangeran Serang II, menyerang posisi-posisi Belanda di Pantai Utara, pada bulan Agustus-September 1825.

Wanita sakti lainnya yang ada di kubu pasukan Pangeran Diponegoro, adalah Raden Ayu Yudokusumo. Ia merupakan salah satu perempuan dengan tingkat kecerdasan tinggi dan memiliki siasat yang luar biasa.

Baca juga: 1 Korban Jatuhnya Helikopter di Mimika Papua Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

Raden Ayu Yudokusumo, yang merupakan salah seorang putri Sultan Hamengkubuwono I, dan menikah dengan seorang bupati mancanagara Jogjakarta. Dikenal menjadi otak serangan atas komunitas Tionghoa di Ngawi, pada 17 September 1825, dari pusat pertahanannya di Muneng, kabupaten suaminya di timur kali Madiun.

Dia kemudian bergabung pada pasukan Raden Sosrodilogo di Jipang-Rajekwesi, yang kini Bojonegoro, pada November 1827-Maret 1828. Ketika menyerah pada bulan Oktober 1828, dicatat bahwa ia bersama sisa keluarganya yang lain mencukur habis rambutnya sebagai tanda kesetiaannya pada perang suci.

Baca juga: Kisah Ken Umang, Cinta Pertama Ken Arok dan Pejuang Singasari yang Hanya Menjadi Selir

Perjuangan Raden Ayu Yudokusumo memunculkan semangat kaum perempuan lain mengangkat senjata. Di Ngawi dan pos cukai terdekat di Kudur Brubuh, Bengawan Solo, seorang perempuan peranakan Jawa Tionghoa, berperan penting membentuk pasukan keamanan mempertahankan tanah mereka, menyusul manuver Raden Ayu Yudokusumo.

Para perempuan lain di desa-desa sekitar Jogjakarta, juga dilaporkan menyiapkan bubuk mesiu. Bahkan perempuan-perempuan ini juga membawa barang berharga ke medan perang, dengan mengenakan seragam tempur seperti halnya kaum pria.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Rekomendasi
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
Pasukan Pembunuh Tank...
Pasukan Pembunuh Tank Rusia Dikerahkan ke Medan Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved