Atap Gedung PKK Sulbar Ambruk Diterjang Gempa, 6 Calon Bintara Polri Terluka
Rabu, 08 Juni 2022 - 15:27 WIB
loading...
Atap Gedung PKK Sulbar ambruk diterjang gempa yang mengakibatkan 6 Calon Bintara Polri yang mengikuti seleksi di gedung itu terluka. Foto/Ist
A
A
A
MAMUJU - Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Mamuju, Sulbar, Rabu (8/6/2022) mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Salah satunya Gedung PKK Sulbar.
Bangunan tersebut runtuh pada bagian atap, mengakibatkan sejumlah orang yang sementara mengikuti seleksi calon Bintara Polri mengalami luka-luka.
Baca juga: BREAKING NEWS! Gempa Terkini Berkekuatan M5,8 Guncang Mamuju, Getaran Terasa hingga Balikpapan
Hal itu disampikan salah satu saksi mata, yang juga Katim Pelaksana Kegiatan, Iptu Komang Indra Widyantara. Dia mengaku pada saat gempa terjadi sedang berlangsung kegiatan periksaan tes kejiwaan jiwa calon bintara Polri Polda Sulbar.
"Saat kejadian sementara berlangsung kegiatan pemeriksaan jiwa kepada peserta Bintara polri," kata Iptu Komang saat ditemui di lokasi, Rabu (8/6/2022).
Dia mengatakan, pada saat gempa terjadi sekira pukul 13.30 Wita, ada 144 orang peserta sedang mengikuti pemeriksaan jiwa. Kemudian gempa mengakibatkan atap bangunan roboh dan pintu kaca pecah, sehingga seluruh peserta dan panitia lari menyelamatkan diri.
Bangunan tersebut runtuh pada bagian atap, mengakibatkan sejumlah orang yang sementara mengikuti seleksi calon Bintara Polri mengalami luka-luka.
Baca juga: BREAKING NEWS! Gempa Terkini Berkekuatan M5,8 Guncang Mamuju, Getaran Terasa hingga Balikpapan
Hal itu disampikan salah satu saksi mata, yang juga Katim Pelaksana Kegiatan, Iptu Komang Indra Widyantara. Dia mengaku pada saat gempa terjadi sedang berlangsung kegiatan periksaan tes kejiwaan jiwa calon bintara Polri Polda Sulbar.
"Saat kejadian sementara berlangsung kegiatan pemeriksaan jiwa kepada peserta Bintara polri," kata Iptu Komang saat ditemui di lokasi, Rabu (8/6/2022).
Dia mengatakan, pada saat gempa terjadi sekira pukul 13.30 Wita, ada 144 orang peserta sedang mengikuti pemeriksaan jiwa. Kemudian gempa mengakibatkan atap bangunan roboh dan pintu kaca pecah, sehingga seluruh peserta dan panitia lari menyelamatkan diri.
Lihat Juga :