Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan

Sabtu, 25 April 2020 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Terlepas dari pandangan para rival sengketa, yakni Vietnam, Filipina, Malaysia, dan lainnya, Beijing telah berulang kali menegaskan klaimnya terhadap sekitar 90 persen laut, yang merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia dan memiliki signifikansi geopolitik yang sangat besar.

Selama enam tahun terakhir, Beijing telah berusaha untuk memperkuat klaim itu dengan menciptakan beberapa pulau buatan dan mengembangkan infrastruktur untuk kemungkinan penggunaan militer.

Jay Batongbacal, seorang profesor di Fakultas Hukum Universitas Filipina dan direktur Institut Urusan Maritim dan Hukum Laut Universitas Filipina, mengatakan penamaan fitur-fitur oleh Beijing tidak sesuai dengan hukum internasional.

"Tindakan survei dan penamaan fitur bawah laut sebagai bagian dari kegiatan penelitian ilmiah kelautan tidak dapat dijadikan dasar dari klaim apa pun pada bagian mana pun dari lingkungan laut atau sumber dayanya," katanya.

Tetapi Yan Yan, direktur Pusat Penelitian Hukum dan Kebijakan Kelautan di Institut Nasional untuk Studi Laut China Selatan yang dikelola pemerintah China, membela langkah Beijing. Dia mengatakan Beijing hanya menggunakan hak kedaulatannya.

“Kedaulatan itu kontroversial tidak berarti penuntut lawan tidak dapat melakukan apa pun. Vietnam dan Malaysia telah mengebor minyak di perairan yang disengketakan, misalnya," ujarnya.

“Penamaan fitur geografis Beijing adalah cara yang sangat kecil untuk menggunakan hak kedaulatan. Ini akan menjadi standar ganda untuk membiarkan Vietnam dan Malaysia menggunakan hak mereka tetapi tidak untuk China."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Pabrik Narkoba Liquid...
Pabrik Narkoba Liquid Vape dan Happy Water di Apartemen Ancol Jaringan China-Malaysia
Momen Raden Wijaya Pimpin...
Momen Raden Wijaya Pimpin Prajurit Majapahit Pukul Mundur Pasukan Tartar China
Kisah Kaisar Khubilai...
Kisah Kaisar Khubilai Khan Gagal Kuasai Selat Malaka Akibat Singasari Tancapkan Kekuasaan
Kisah Karamah Sunan...
Kisah Karamah Sunan Gunung Jati Sembuhkan Penyakit Putri Raja China
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Rekomendasi
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved