Rapid Test di Kramatjati, Sandi: Kita Incar Wilayah Padat Penduduk
Selasa, 23 Juni 2020 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
“Saya ikut memastikan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan jumlah testing karena ini bagian dari 3T (testing, tracing, dan threating),” kata Sandi di lokasi, Selasa (23/6/2020).
Ia menegaskan saat ini pihaknya membantu meningkatkan jumlah pengetesan Covid-19 hingga mencapai 25.000 per hari sesuai target pemerintah. Kawasan padat penduduk menjadi target utama yang dilakukan pengetesan.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 22 Juni 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 46.845 kasus. Dari jumlah itu, 18.735 pasien berhasil sembuh dan 2.500 meninggal dunia. (Lihat foto: Masuki New Normal, Kawasan GBK Kembali Bergeliat)
“Nantinya yang reaktif langsung kita uji PCR di mobile lab milik RIB. Insya Allah tentunya jika ada yang positif akan kita sembuhkan dan dirujuk ke Wisma Atlet Kemayoran atau rumah sakit rujukan lainnya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim medis dan tenaga kesehatan. Mereka sangat berjuang tanpa lelah,” ujar mantan wagub DKI Jakarta ini.
Lebih lanjut, Sandiaga menambahkan saat ini, banyak lembaga yang menyediakan uji cepat dengan berbayar. Padahal, target rapid test ini adalah wilayah padat penduduk yang sebagian merupakan warga tidak mampu. (Baca juga: Jangan Jadikan Rapid Test Ladang Bisnis)
Ia menegaskan saat ini pihaknya membantu meningkatkan jumlah pengetesan Covid-19 hingga mencapai 25.000 per hari sesuai target pemerintah. Kawasan padat penduduk menjadi target utama yang dilakukan pengetesan.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 22 Juni 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 46.845 kasus. Dari jumlah itu, 18.735 pasien berhasil sembuh dan 2.500 meninggal dunia. (Lihat foto: Masuki New Normal, Kawasan GBK Kembali Bergeliat)
“Nantinya yang reaktif langsung kita uji PCR di mobile lab milik RIB. Insya Allah tentunya jika ada yang positif akan kita sembuhkan dan dirujuk ke Wisma Atlet Kemayoran atau rumah sakit rujukan lainnya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim medis dan tenaga kesehatan. Mereka sangat berjuang tanpa lelah,” ujar mantan wagub DKI Jakarta ini.
Lebih lanjut, Sandiaga menambahkan saat ini, banyak lembaga yang menyediakan uji cepat dengan berbayar. Padahal, target rapid test ini adalah wilayah padat penduduk yang sebagian merupakan warga tidak mampu. (Baca juga: Jangan Jadikan Rapid Test Ladang Bisnis)
Lihat Juga :