Belasan Sapi Perah di Desa Panditan Pasuruan Mati Mendadak, Diduga Terserang PMK

Sabtu, 04 Juni 2022 - 08:12 WIB
loading...
Belasan Sapi Perah di...
Belasan ekor sapi perah milik petani di Desa Panditan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mati mendadak. Diduga kuat, sapi-sapi tersebut mati karena terserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Foto SINDOnews
A A A
PASURUAN - Belasan ekor sapi perah milik petani di Desa Panditan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mati mendadak. Diduga kuat, sapi-sapi tersebut mati karena terserang penyakit mulut dan kuku (PMK).

Terhitung sudah 11 sapi besar, sapi perah pengasil susu dan anak,matisecara mendadak. Untuk bisa bertahan, mereka dengan sabar merawat sapinya dengan cara mendulang makanan, lantaran nafsu makannya berkurang. Baca juga: Wabah PMK Merebak, Ketua KPSBU Resah 21.000 Ekor Sapi Perah Bisa Tertular



Menurut Ersan, salah seorang warga, saat ini banyak sapi ternak milik warga masih terserang diduga virus membahayakan itu. Awalnya, dari mulut sapi keluar air liur kemudian ada benjolan dimulut hingga terluka.

Esran mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke mantriperternakan setempat untuk dilakukan penyemprotan disinfektan dan lock down kandang.

Menurut Ersan, virus diduga PMK ini masuk desanya sejak seminggu lalu. Tanpa disadari sapi perah milik mereka bergantian sakit pada mulut dan kuku hingga akhirnya mati.

Bahkan penyebaran virus PMK di desanya sangat cepat. “Iya di sini banyak yang terjangkit. Rata-rata warga memelihara sapi perah,” ungkap Ersan, Jumat (3/6/2022). Baca juga: Dukung Perempuan Majukan Sektor Peternakan Sapi Perah di Indonesia

Warga Desa Panditan berharap pemerintah setempat segera mengatasi masalah ini. Pasalnya, di Desa Panditan rata-rata warga memelihara sapi perah untuk mata pencariannya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PB IKA PMII Terima Bantuan...
PB IKA PMII Terima Bantuan Sapi Presiden, Salurkan 5.000 Paket Daging Ramah Lingkungan
Partai Perindo Sultra...
Partai Perindo Sultra Kurban 5 Sapi, Ferry Irawan: Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat
Seskab Teddy Borong...
Seskab Teddy Borong 35 Sapi Boyolali, Peternak Lokal: Alhamdulillah Sangat Terbantu
Antisipasi Risiko Geopolitik...
Antisipasi Risiko Geopolitik Global, BUMD Jakarta Percepat Impor 7.500 Sapi
Mahasiswa STIK Sumbang...
Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
Dorong Peternak Lahat...
Dorong Peternak Lahat Naik Kelas, Safri Dampingi Warga dan Salurkan Puluhan Kambing serta Sapi
Istana soal Polemik...
Istana soal Polemik 1.098 Sapi Kurban Presiden: Bantuan Pemerintah ke Masyarakat
Qurban Incorporated:...
Qurban Incorporated: Menyatukan Ibadah, Menyebarkan Keadilan
Perbedaan Hewan Dam...
Perbedaan Hewan Dam Haji dan Kurban, Simak Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved