Warna Air Sungai Cimeta Tercemar Jadi Merah Darah, DLH Jabar Ungkap Pelakunya

Kamis, 02 Juni 2022 - 20:48 WIB
loading...
Warna Air Sungai Cimeta Tercemar Jadi Merah Darah, DLH Jabar Ungkap Pelakunya
Warna air Sungai Cimeta, anak Sungai Citarum yang sempat berubah menjadi merah darah akibat pencemaran. Foto/Dok
A A A
BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menyikapi fenomena berubahnya warna air Sungai Cimeta, anak Sungai Citarum yang tiba-tiba menjadi berwarna merah darah.

Kepala Bidang Penaatan Hukum Lingkungan DLH Jabar, Arif Budhiyanto mengatakan, pihaknya bersama Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta DLH Kabupaten Bandung Barat langsung menindaklanjuti dugaan pencemaran sungai tersebut.

Keempat pihak tersebut kemudian berkolaborasi mengidentifikasi asal muasal zat warna yang sempat menggegerkan masyarakat di sepanjangan sub daerah aliran Sungai Cimeta yang berlokasi di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu.

"Untuk sementara, beberapa orang telah diperiksa pihak berwajib dan mengarah pada dugaan tindakan pidana yang saat ini tengah ditangani oleh Polresta Cimahi dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup," ungkap Arif, Kamis (2/6/2022).

Terkait kondisi air Sungai Cimeta, kata Arif, kini sudah kembali normal. Bahkan, berdasarkan keterangan warga dan aparat setempat dalam kurun waktu dua jam setelah berubah menjadi merah darah, warna air sungai kembali seperti semula.

"Menindaklanjuti hasil temuan lapangan hari sebelumnya, kami melakukan tindakan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) dan susur sungai lanjutan," ujarnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan, seperti informasi yang beredar luas di masyarakat, termasuk media sosial, warga menemukan bahwa sumber pencemaran berasal dari zat pewarna yang dibungkus kantong plastik dengan berat kurang lebih 30 kg.

Setelah ditelusuri pada pulbaket tersebut, diketahui bahwa yang melakukan pembuangan langsung ke sungai tersebut adalah seorang warga setempat atas perintah seorang warga lainnya.

"Kami mengumpulkan keterangan dari dua orang warga setempat tersebut. Pelaku pembuang mengakui membuang sumber pencemar dari bahu jalan ke sungai atas perintah seorang warga lainnya," ungkap Arif.

Adapun latar belakang pembuangan sumber pencemaran adalah insiatif warga yang menyuruh pelaku karena banyaknya keluhan warga sekitar akibat material pencemar.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1175 seconds (10.177#12.26)