Emil Dardak Ajak Perdami Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Deteksi Mata Sejak Dini
Senin, 30 Mei 2022 - 07:37 WIB
loading...
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elistianto Dardak mengajak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jatim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mendeteksi kesehatan mata sejak dini. (Ist)
A
A
A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elistianto Dardak mengajak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jatim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mendeteksi kesehatan mata sejak dini.
"Saya mengajak kepada Perdami Jatim untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Terlebih banyak aktifitas dari setiap individu yang memiliki profesi yang rentan abai terhadap menjaga kesehatan matanya," ujarnya dalam sebuah acara di Surabaya, Minggu (29/5/2022).
Ia mengatakan, era pandemi COVID-19 menuntut semua hal aktifitas dilakukan menggunakan daring atau online. Secara tidak sadar, aktifitas tersebut menuntut kepada mata terus berinteraksi dengan gadget yang dikhawatirkan dapat menganggu kesehatan mata.
Aktivitas penggunaan gadget yang meningkat di era digital juga disadari dapat menjadi tantangan dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kesehatan mata.
"Maka dari itu, Perdami Jatim kami harapkan dapat mengedukasi kesadaran masyarakat agar terhindarkan serta mengurangi angka kebutaan di Jatim," ujar Emil.
Perkembangan zaman saat ini, kata dia, membuat masyarakat banyak memiliki akses yang cukup mudah dalam mendapatkan tindakan medis. Khususnya untuk menyembuhkan kelainan refraksi (mata minus maupun silinder).
Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI disebutkan sebanyak 48,99 persen orang di dunia mengalami gangguan penglihatan karena kelainan refraksi.
"Saya mengajak kepada Perdami Jatim untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini. Terlebih banyak aktifitas dari setiap individu yang memiliki profesi yang rentan abai terhadap menjaga kesehatan matanya," ujarnya dalam sebuah acara di Surabaya, Minggu (29/5/2022).
Ia mengatakan, era pandemi COVID-19 menuntut semua hal aktifitas dilakukan menggunakan daring atau online. Secara tidak sadar, aktifitas tersebut menuntut kepada mata terus berinteraksi dengan gadget yang dikhawatirkan dapat menganggu kesehatan mata.
Aktivitas penggunaan gadget yang meningkat di era digital juga disadari dapat menjadi tantangan dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kesehatan mata.
"Maka dari itu, Perdami Jatim kami harapkan dapat mengedukasi kesadaran masyarakat agar terhindarkan serta mengurangi angka kebutaan di Jatim," ujar Emil.
Perkembangan zaman saat ini, kata dia, membuat masyarakat banyak memiliki akses yang cukup mudah dalam mendapatkan tindakan medis. Khususnya untuk menyembuhkan kelainan refraksi (mata minus maupun silinder).
Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI disebutkan sebanyak 48,99 persen orang di dunia mengalami gangguan penglihatan karena kelainan refraksi.
Lihat Juga :