Diskominfo Makassar Antisipasi Server Bermasalah Saat PPDB 2022

Senin, 30 Mei 2022 - 06:50 WIB
loading...
Diskominfo Makassar...
Sejumlah server dengan kecepatan jaringan internet hingga 100 Mbps untuk mengantisipasi gangguan PPDB 2022. Foto/Dok
A A A
MAKASSAR - Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun ajaran 2022 sebentar lagi akan berlangsung. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kendala server kerap kali mengganggu proses PPDB.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar tengah menyiapkan sejumlah server dengan kecepatan jaringan internet hingga 100 Mbps. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi gangguan saat PPDB berlangsung.

Baca Juga: Calon Siswa di Sulsel Wajib Vaksin Sebelum Ikuti PPDB

Kepala Diskominfo Makassar, Mahyuddin mengatakan, pihaknya akan melakukan uji coba menggunakan server yang disiapkan. Jika dirasa perlu, server akan ditambah sesuai kebutuhan.

"Kecepatannya 100 Mbps, kalau perlu ada penambahan, kami siapkan server cadangan untuk antisipasi ini supaya pintu masuk datanya lebih besar," ungkap Muhyiddin.

Mahyuddin menegaskan, pihaknya akan berupaya maksimal agar kendala server saat PPDB tahun sebelumnya tidak terulang lagi tahun ini.

Seperti server yang down sehingga membuat gangguan saat masuk ke situs dan aplikasi PPDB, juga termasuk kesalahan titik koordinat domisili melalui pengawasan kerja operator sekolah.

"Kami siapkan server, kami usulkan ada simulasi sepekan sebelum PPDB, sehingga bisa diketahui kendala dan kekurangan. Titik lokasi juga biasanya menentukan pendaftar," katanya.

Sementara Itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Muhyiddin mengatakan, PPDB 2022 akan dimulai 20 Juni 2022. Pemerintah membuka dua jalur penerimaan, yakni zonasi dan non zonasi.

"Untuk non zonasi tingkat SD, bisa mendaftar dengan jalur afirmasi dan perpindahan orang tua, sedangkan untuk SMP bisa daftar dengan jalur afirmasi, perpindahan orang tua, dan jalur prestasi," ucapnya.

Baca Juga: Enam Cabang Olahraga di Luwu Siap Hadapi Popda Sulsel

Muhyiddin melanjutkan, pihaknya bakal membuka simulasi pendaftaran ke publik. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan rampung tanpa kendala sebelum pendaftaran resmi dibuka.

"Simulasinya kami buka selama enam hari. Ini juga biar masyarakat tidak bingung saat melakukan pendaftaran. Setelah simulasi, kami lihat mana yang perlu dibenahi. Kalau semua sudah mapan, baru kami pemaparan ke wali kota," jelas dia.

Mantan Plt Kepala Dinas Sosial ini memastikan, semua anak usia sekolah di Kota Makassar harus mengenyam pendidikan. Mereka yang terkendala ekonomi, harus diperjuangkan dan difasilitasi untuk bisa tetap sekolah.

"Intinya semua anak harus sekolah. Itu yang sekarang kami upayakan," tandasnya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diskominfo Makassar...
Diskominfo Makassar Buka Layanan Khusus Pendaftaran PPDB
Diskominfo Makassar...
Diskominfo Makassar Antisipasi Server Bermasalah Saat PPDB 2022
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Berita Terkini
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved