Sejak 2012 hingga 2021, 300 Ijazah Siswa Tertahan di SMKN 2 Tangsel
Sabtu, 28 Mei 2022 - 08:27 WIB
loading...
Sebanyak 300-an ijazah kelulusan siswa di SMKn 2 Tangerang Selatan hingga kini masih menumpuk dan belum diambil para siswa.Foto/MPI/Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Sebanyak 300-an ijazah kelulusan siswa di SMKN 2 Tangerang Selatan hingga kini masih menumpuk dan belum diambil para siswa. Pemicunya beragam hal, termasuk soal pengembalian buku sekolah yang belum diselesaikan.
Salah satu orang tua mantan siswa SMKN 2 berinisial LS mengaku, putranya sudah 2 tahun lalu sejak kelulusan belum juga bisa mengambil ijazah. Hal itu disebabkan adanya sejumlah buku perpustakaan yang belum dikembalikan.
"Ternyata anak saya bukunya kurang empat. Terus kata guru perpustakaan, ijazah enggak bisa diambil karena bukunya harus kumpul dulu," kata LS, Jumat, 27 Mei 2022.
LS yang bersuamikan kuli serabutan itu bercerita, sejak putranya lulus tahun 2020 lalu dia baru sekali mendatangi pihak sekolah untuk menegoisasi pengambilan ijazah. Namun upaya itu gagal karena belum ada titik temu pengembalian buku-buku tersebut.
"Baru sekali saya ke sana, seminggu lalu. Ya sampai sekarang anak saya enggak bisa cari kerja buat bantuin bapaknya, bapaknya kerja jadi kuli harian. Kalau mau ngelamar-ngelamar pasti ditanyainnya kan ijazah," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 2 Bidang Kurikulum, Santoso membeberkan, jika saat ini terdapat 300-an ijazah siswa yang belum diambil. Semua ijazah masih menumpuk di salah satu ruang sekolah sejak 2012 silam.
"Dari 2012 ke 2021 itu ada 300 ijazah, itu yang kita rekap ya," katanya. Baca: Pemkot Depok Larang Keras Penahanan Ijazah Sekolah
Salah satu orang tua mantan siswa SMKN 2 berinisial LS mengaku, putranya sudah 2 tahun lalu sejak kelulusan belum juga bisa mengambil ijazah. Hal itu disebabkan adanya sejumlah buku perpustakaan yang belum dikembalikan.
"Ternyata anak saya bukunya kurang empat. Terus kata guru perpustakaan, ijazah enggak bisa diambil karena bukunya harus kumpul dulu," kata LS, Jumat, 27 Mei 2022.
LS yang bersuamikan kuli serabutan itu bercerita, sejak putranya lulus tahun 2020 lalu dia baru sekali mendatangi pihak sekolah untuk menegoisasi pengambilan ijazah. Namun upaya itu gagal karena belum ada titik temu pengembalian buku-buku tersebut.
"Baru sekali saya ke sana, seminggu lalu. Ya sampai sekarang anak saya enggak bisa cari kerja buat bantuin bapaknya, bapaknya kerja jadi kuli harian. Kalau mau ngelamar-ngelamar pasti ditanyainnya kan ijazah," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 2 Bidang Kurikulum, Santoso membeberkan, jika saat ini terdapat 300-an ijazah siswa yang belum diambil. Semua ijazah masih menumpuk di salah satu ruang sekolah sejak 2012 silam.
"Dari 2012 ke 2021 itu ada 300 ijazah, itu yang kita rekap ya," katanya. Baca: Pemkot Depok Larang Keras Penahanan Ijazah Sekolah
Lihat Juga :