Kota Bandung Masih Zona Kuning COVID-19, Pemkot Tak Berani Gelar CFD-CFN

loading...
Kota Bandung Masih Zona Kuning COVID-19, Pemkot Tak Berani Gelar CFD-CFN
Flashmob Indonesia Menari di CFD Dago beberapa waktu lalu. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
BANDUNG - Meski menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional dengan melonggarkan beberapa sektor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung belum berani menggelar car free day (CFN) dan car free night (CFN).

Pasalnya, sampai saat ini Kota Bandung belum berada di zona hijau penyebaran virus Corona (COVID-19). Sampai saat ini, Kota Bandung masih di zona kuning atau waspada terhadap penularan COVID-19. (BACA JUGA:Hari Kartini, Polwan Polda Jabar Gelar Kegiatan di CFD)

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Asep Kuswara mengatakan, sampai saat ini, belum ada pembahasan tentang CFD dan CFN baik oleh internal Pemkot Bandung maupun dengan instansi lain, Polrestabes Bandung. (BACA JUGA:190 Anak Terpapar COVID-19, Pengunjung Mal di Kota Bandung Tak Ada Batas Usia)



Asep menilai, CFD dan CFN belum digelar lantaran dinilai masih berisiko tinggi terhadap terjadinya penularan virus Corona. "Protokol kesehatan CFD dan CFN kan sulit. Penerapan PSBB proporsional juga belum tahu sampai kapan," kata Asep kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (22/6/2020). (BACA JUGA:Belum Ada Zona Hijau, Siswa di Jabar Tetap Belajar Virtual)

Selain masih menerapkan PSBB proporsional, ujar Asep, kesadaran warga Kota Bandung menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, sarung tangah, menyediakan hand sanitizer, jaga jarak fisik dan sosial, juga masih rendah. (BACA JUGA:Update Corona Jabar: Pasien Positif Tembus 2.758 Orang, Tambah 52 Kasus)

Asep mengemukakan, contohnya pada akhir pekan. Marak pengguna sepeda di Jalan Ir H Djuanda (Dago) dan Asia Afrika. Warga yang bersepeda itu sebagian besar mengabaikan protokol kesehatan COVID-19.



"Kemarin juga sasapedahan (bersepada) di Dago. Kami masih kerepotan (dalam penerapan protokol kesehatan di tempat terbuka) karena warga masih berdesak-desakan. Mereka tak menerapkan protokol kesehatan. Tidak pakai masker. Itu baru sebatas sasapedahan. Apalagi kalau kami tutup arus lalu lintas dari kendaraan bermotor," ujar dia.

Namun, tutur Asep, Pemkot Bandung akan membahas CFD dan CFN jika Kota Bandung sudah berada di zona hijau dalam level kewaspadaan terhadap Corona. Karena itu, warga Bandung diimbau bersabar dan disarankan untuk berolahraga di tempat lain selama CFD ditiadakan.

"Kalau zona hijau, (CFD dan CFN) akan dirapatkan kapan mulainya. Nanti kami akan bicarakan. Apakah CFD dua Minggu sekali atau di CFN satu bulan sekali. Tunggu zona hijau dulu biar aman semua lah. Olahraga kan gak harus di CFD atau CFN, di mana pun bisa kan," tutur Asep.

Diketahui, dalam kondisi normal, Pemkot Bandung menggelar kegiatan CFD di dua ruas jalan, yakni Jalan Ir H Djuanda atau Dago dan Jalan Buahbatu. CFD atau hari tanpa kendaraan bermotor berlangsung dari pukul 05.00 hingga 12.00 WIB.

Sedangkan CFN atau malam tanpa kendaraan bermotor berlangsung di Jalan Asia Afrika, tepatnya ruas jalan dari perempatan Lengkong-Asia Afrika hingga perempatan Jalan Ottista-Asia Afrika. Setiap pelaksanaan CFN dari pukul 18.00 hingga 00.00 WIB, warga Kota Bandung, termasuk wisatawan domestik tumpah ruah di jalan bersejarah itu.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top