9 Tenaga Medis di Maros Positif Virus Corona, 2 Dinyatakan Sembuh
Senin, 22 Juni 2020 - 19:09 WIB
loading...
Selama pandemi COVID-19, sebanyak sembilan tenaga medis di Kabupaten Maros terpapar virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China tersebut. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAROS - Selama pandemi virus corona atau COVID-19, sudah sembilan tenaga medis di Kabupaten Maros yang dinyatakan positif terpapar virus tersebut. Mereka terdiri atas satu orang dokter, enam orang perawat, satu orang bidan, dan seorang petugas kartu.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maros, dr Syarifuddin menjelaskan, jumlah itu akumulatif, terhitung sejak kasus COVID-19 ada di Maros, Maret lalu. Dari semua kasus itu, sudah dua orang tenaga medis yang dinyatakan sembuh.
Baca juga: Bertambah Lagi, Kini Sudah 32 Tenaga Kesehatan di Takalar Positif COVID-19
"Untuk tenaga dokter yang terpapar COVID, sudah kami nyatakan sembuh sejak dulu. Demikian juga salah seorang perawat. Sehingga jumlah perawat yang terpapar dan masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 5 orang, satu tenaga bidan dan satu orang lagi tenaga petugas kartu," jelasnya kepada wartawan, Senin (22/6/2020).
Dia mengakui, untuk saat ini jumlah kasus positif COVID-19 setiap harinya memang bertambah. Saat ini, jumlah kasus yang ditangani Maros sekitar 147 kasus. 52 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, 21 orang dirawat dan tersebar di berbagai rumah sakit di Makassar dan RSUD Salewangang , serta 68 di antaranya sembuh.
Baca juga: 17 Nakes Positif COVID-19, Pelayanan IGD RSUD Takalar Ditutup
"Masih banyak warga yang terpapar COVID dibandingkan yang sudah sembuh. Dan rata-rata mereka memilih untuk menjalani isolasi mandiri. Termasuk para nakes, mereka semua melakukan isolasi mandiri. Ada juga yang isolasi mandiri di duta COVID-19 dan beberapa hotel. Dan petugas guguspun melakukan pengawasan ketat bagi warga yang melakukan isolasi mandiri," jelasnya.
Untuk menekan angka warga yang terpapar COVID-19, Syarif berharap, seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pusat. Utamanya saat berada di keramaian. Warga diminta untuk tetap menggunakan masker dan jaga jarak. Tak hanya itu penggunaan hand sanitizer dan cuci tangan juga merupakan salah satu jalan untuk memutus mata rantai COVID-19 menyambut masa new normal.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maros, dr Syarifuddin menjelaskan, jumlah itu akumulatif, terhitung sejak kasus COVID-19 ada di Maros, Maret lalu. Dari semua kasus itu, sudah dua orang tenaga medis yang dinyatakan sembuh.
Baca juga: Bertambah Lagi, Kini Sudah 32 Tenaga Kesehatan di Takalar Positif COVID-19
"Untuk tenaga dokter yang terpapar COVID, sudah kami nyatakan sembuh sejak dulu. Demikian juga salah seorang perawat. Sehingga jumlah perawat yang terpapar dan masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 5 orang, satu tenaga bidan dan satu orang lagi tenaga petugas kartu," jelasnya kepada wartawan, Senin (22/6/2020).
Dia mengakui, untuk saat ini jumlah kasus positif COVID-19 setiap harinya memang bertambah. Saat ini, jumlah kasus yang ditangani Maros sekitar 147 kasus. 52 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, 21 orang dirawat dan tersebar di berbagai rumah sakit di Makassar dan RSUD Salewangang , serta 68 di antaranya sembuh.
Baca juga: 17 Nakes Positif COVID-19, Pelayanan IGD RSUD Takalar Ditutup
"Masih banyak warga yang terpapar COVID dibandingkan yang sudah sembuh. Dan rata-rata mereka memilih untuk menjalani isolasi mandiri. Termasuk para nakes, mereka semua melakukan isolasi mandiri. Ada juga yang isolasi mandiri di duta COVID-19 dan beberapa hotel. Dan petugas guguspun melakukan pengawasan ketat bagi warga yang melakukan isolasi mandiri," jelasnya.
Untuk menekan angka warga yang terpapar COVID-19, Syarif berharap, seluruh warga tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pusat. Utamanya saat berada di keramaian. Warga diminta untuk tetap menggunakan masker dan jaga jarak. Tak hanya itu penggunaan hand sanitizer dan cuci tangan juga merupakan salah satu jalan untuk memutus mata rantai COVID-19 menyambut masa new normal.
(luq)
Lihat Juga :