Kompolnas Catat Polda Sulsel Urutan 5 Paling Banyak Aduan Masyarakat

Minggu, 22 Mei 2022 - 16:57 WIB
loading...
Kompolnas Catat Polda...
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti. Foto: Sindonews/Ansar Jumasang
A A A
MAKASSAR - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencatata, Polda Sulsel masuk dalam urutan kelima terkait banyaknya aduan masyarakat terkait dengan kekerasan yang kerap dilakukan oleh aparat kepolisian.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, hal itu wajar terjadi dikarenakan tingkat daya kritis masyarakat Sulsel. Dirinya juga bilang, hal itu sering terjadi sehingga kemudian bila ada masalah dirasa kurang sesuai dengan masyarakat maka akan dilakukan pelaporan.

Baca Juga: Polda Sulsel Bakal Luncurkan Aplikasi Pelaporan Korupsi

"Laporan yang masuk kepada Kompolnas sebenarnaya yang pertama itu Polda Sumatrea Utara, itu paling banyak laporan masyarakat. Kemudian Polda Metro Jaya, ketiga Polda Jawa Tengah. Polda Sulsel itu urutan kelima, yang ke empat itu Jawa Barat,'' tutur Poengki Indarti, saat ditemui di Mapolda Sulsel.

Poengki juga mengatakan, masyarakat melaporkan Polda Sulsel ke Kompolnas kebanyakan dalam hal penanganan kasus yang berlarut larut dan juga tentang kekerasan yang berlebihan yang kerap dilakukan oleh anggota polri.

"Ada juga yang kita terima itu laporan kekerasan berlebihan. Maka kami menyarankan orang orang yang menjadi korabn segera lapor Propam, anggotanya siapa yang melakukan kekerasan berlkebihan agar bisa segera diperoses,'' ucap Poengki.

Dirinya juga bilang, Kompolnas dalam menyikapi kasus yang melibatkan kepolisian, akan terlebih dahulu meneliti seperti apa kasus yang melibatkan anggota kepolisian. "Contoh kasus seperti yang baru baru ini terjadi yang di Bantaeng, ini perlu kita lihat apakah ada kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh pihak kepolisian," katanya.

Namun kata dia, menjadi kewenangan pengawas internal, yakni Propam itu yang lebih berwenang melakukan pemeriksaan. "Kami serahkan ke Propam melakukan pemeriksaan,'' sambungnya.

Kompolnas lanjut Poengki, dalam menyikapi tiap kasus paling pertama melihat penyebab kematian, kalau dalam kasus ada yang meninggal dan perlu dilakukan outopsi. Kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Hal itu juga kata dia,perlu di periska karena melakukan pelaporan balik kereskrim. Disitu propam juga perlu memeriksa apakah ada tindak penganiaan atau tidak.

Baca Juga: Bawaslu dan Polda Sulsel Koordinasi Pelaksanaan Pilkada

''Intinya adalah penegakan hukum kepada anggota itu penting, karena polisi itu tunduk pada tiga aturan hukum, pertama peradilan umum, kedua kode etik dan disiplin. Jadi pengawas internal perlu memeriksa dengan seksama, bila ada kaitannya dengan pidana maka perlu reskrim memeriksa yang bersangkutan dan dilakukan pidana. jadi tidak ada istilahnya imunitas bagi anggota kepolisian,'' jelas Poengki.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kompolnas: Wajar Polda...
Kompolnas: Wajar Polda Metro Dijabat Komjen Pol, tapi Pelayanan Harus Ditingkatkan
Kasat-Kanit Narkoba...
Kasat-Kanit Narkoba Polres Toraja Terjerat Narkoba, Polri: Tak Ada Toleransi
Tim DVI Polri Lakukan...
Tim DVI Polri Lakukan Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Kompolnas Sarankan Polisi...
Kompolnas Sarankan Polisi Pakai Cell Dump untuk Ungkap Teror ke DJ Donny
Kompolnas Gali Dugaan...
Kompolnas Gali Dugaan Affan Kurniawan Didorong Sebelum Dilindas Rantis Brimob
Kompolnas Ungkap Penyebab...
Kompolnas Ungkap Penyebab Pengusutan Kematian Diplomat Kemlu Makan Waktu Lama
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Rekomendasi
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Berita Terkini
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved