Wali Kota Bandung Sesalkan Pasien RSHS Meninggal Kehabisan Oksigen
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:56 WIB
loading...
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. Foto: Agung/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyesalkan peristiwa meninggalnya Asih Sekarning, pasien Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, diduga akibat kelalaian petugas.
"Yang pasti, kami tentu sangat menyayangkan kejadian ini," ujar Yana, di Bandung, Sabtu (21/5/2022).
Yana menegaskan, setiap rumah sakit harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan pasien yang harus ditaati oleh pihak pengelola, agar peristiwa di luar dugaan seperti ini tidak terjadi.
Baca juga: Soal Pasien Meninggal Gegara Oksigen, RSHS Sebut Penanganan Sesuai Prosedur
"Setiap rumah sakit harusnya memiliki SOP masing-masing untuk pelayanan pasien," tegasnya.
Meski begitu, Yana mengaku tak bisa berkomentar lebih banyak. Pasalnya, dia belum mendapatkan penjelasan langsung terkait kronologi kematian pasien, khususnya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.
"Kalau koordinasi dengan RSHS belum ya, nanti saya coba tanya dulu Kadinkes. Tapi, yang pasti, kita ikut prihatin, ikut berbelasungkawa. Mudah-mudahan ini kejadian yang pertama dan terakhir," kata dia.
Baca: Suami Pasien Meninggal Gara-gara Oksigen Habis Klaim Punya Bukti Kelalaian RSHS
Yana juga menegaskan, bahwa seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bandung wajib memaksimalkan pelayanan kepada pasien.
"Kami akan menekankan seluruh faskes untuk memberikan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya, sesuai SOP di rumah sakit," tandasnya.
Diketahui, RSHS Bandung tengah mendapat sorotan masyarakat setelah sebuah video viral di media sosial. Dalam video terlihat seorang pasien yang tengah dirawat meninggal dunia diduga akibat terlambat mendapatkan suplai oksigen.
Baca: Pasien COVID-19 Meninggal di RSHS Bandung Berjumlah 35 Orang
Suami pasien, Arif Susanto membenarkan video tersebut. Menurutnya, video itu diambil ketika dia meminta bantuan perawat mengganti tabung oksigen untuk istrinya itu.
Namun, petugas lambat dalam penanganan, sehingga istrinya yang menderita kanker kulit akhirnya tidak tertolong.
"Yang pasti, kami tentu sangat menyayangkan kejadian ini," ujar Yana, di Bandung, Sabtu (21/5/2022).
Yana menegaskan, setiap rumah sakit harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan pasien yang harus ditaati oleh pihak pengelola, agar peristiwa di luar dugaan seperti ini tidak terjadi.
Baca juga: Soal Pasien Meninggal Gegara Oksigen, RSHS Sebut Penanganan Sesuai Prosedur
"Setiap rumah sakit harusnya memiliki SOP masing-masing untuk pelayanan pasien," tegasnya.
Meski begitu, Yana mengaku tak bisa berkomentar lebih banyak. Pasalnya, dia belum mendapatkan penjelasan langsung terkait kronologi kematian pasien, khususnya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.
"Kalau koordinasi dengan RSHS belum ya, nanti saya coba tanya dulu Kadinkes. Tapi, yang pasti, kita ikut prihatin, ikut berbelasungkawa. Mudah-mudahan ini kejadian yang pertama dan terakhir," kata dia.
Baca: Suami Pasien Meninggal Gara-gara Oksigen Habis Klaim Punya Bukti Kelalaian RSHS
Yana juga menegaskan, bahwa seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bandung wajib memaksimalkan pelayanan kepada pasien.
"Kami akan menekankan seluruh faskes untuk memberikan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya, sesuai SOP di rumah sakit," tandasnya.
Diketahui, RSHS Bandung tengah mendapat sorotan masyarakat setelah sebuah video viral di media sosial. Dalam video terlihat seorang pasien yang tengah dirawat meninggal dunia diduga akibat terlambat mendapatkan suplai oksigen.
Baca: Pasien COVID-19 Meninggal di RSHS Bandung Berjumlah 35 Orang
Suami pasien, Arif Susanto membenarkan video tersebut. Menurutnya, video itu diambil ketika dia meminta bantuan perawat mengganti tabung oksigen untuk istrinya itu.
Namun, petugas lambat dalam penanganan, sehingga istrinya yang menderita kanker kulit akhirnya tidak tertolong.
(san)
Lihat Juga :