Analisis Manfaat DOB, Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua Gelar FGD
Rabu, 18 Mei 2022 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Yops Itlay selaku mantan Ketua BEM Uncen dalam kesempatan tersebut menyebut jika selama ini pihaknya kerap melakukan aksi untuk menolak Otsus Jilid II. Namun, nyatanya kandas lantaran kuasa pemerintah.
"Teman-teman mahasiswa di sini saya mau sampaikan bahwa kita semua berada di garis yang sama yaitu menolak Otsus Jilid II, tetapi kita lihat kembali bahwa selama ini kita demo minta untuk Otsus Jilid II ditolak. Tetapi saat ini yang berkuasa adalah pemerintah pusat, mereka menggunakan kekuasaan mereka sehingga Otsus Jilid II ini akhirnya dilanjutkan. Begitu juga dengan pemekaran," kata Yops.
Dikatakannya lagi, untuk pemekaran, pihaknya meminta seluruh pemuda dan mahasiswa Papua berpikir logis. "DOB tetap turun lalu di mana posisi kita. Saya mengajak kita untuk kembali berpikir yang logis bahwa jika pemekaran DOB jadi, kita ini harus berada di posisi mana? Ini yang harus kita pikirkan. Sama halnya seperti Otsus Jilid II, kami tolak tetapi akhirnya dilanjutkan lagi, tetapi posisi kita saat ini di mana?" ucapnya.
"Teman-teman mahasiswa di sini saya mau sampaikan bahwa kita semua berada di garis yang sama yaitu menolak Otsus Jilid II, tetapi kita lihat kembali bahwa selama ini kita demo minta untuk Otsus Jilid II ditolak. Tetapi saat ini yang berkuasa adalah pemerintah pusat, mereka menggunakan kekuasaan mereka sehingga Otsus Jilid II ini akhirnya dilanjutkan. Begitu juga dengan pemekaran," kata Yops.
Dikatakannya lagi, untuk pemekaran, pihaknya meminta seluruh pemuda dan mahasiswa Papua berpikir logis. "DOB tetap turun lalu di mana posisi kita. Saya mengajak kita untuk kembali berpikir yang logis bahwa jika pemekaran DOB jadi, kita ini harus berada di posisi mana? Ini yang harus kita pikirkan. Sama halnya seperti Otsus Jilid II, kami tolak tetapi akhirnya dilanjutkan lagi, tetapi posisi kita saat ini di mana?" ucapnya.
(don)
Lihat Juga :