Lestarikan Budaya, Pemuda Surabaya Kreatif Ngeblak Wayang Jek Dong
Senin, 22 Juni 2020 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Danar mengemukakan, wayang kulit berusia tua itu didapatkan dari kolektor wayang dan dalang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Gresik dan Malang.
Beberapa wayang kulit yang dibuat ulang di antaranya, Semar, Gajendramuka, Bagong, Kumbokarno, Rahwana, Subali, dan Gatot Kaca. "Ngeblak wayang kulit tidak bisa sembarangan dilakukan karena bentuk dan warna wayang harus sesuai dengan pakem atau wayang aslinya," ujar dia.
Dana menuturkan, ngeblak wayang kulit tidak mudah. Selain harus memiliki seni dan bentuk yang presisi, bahan baku yang digunakan, yakni kulit kerbau, sulit dicari. Apalagi di perkotaan seperti Surabaya.
Untuk membuat ulang satu buah wayang kulit, Danar membutuhkan waktu 2 hingga 4 bulan, tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan. "Tujuan saya ngeblak wayang, khususnya Jatim tidak punah," tutur Danar.
Beberapa wayang kulit yang dibuat ulang di antaranya, Semar, Gajendramuka, Bagong, Kumbokarno, Rahwana, Subali, dan Gatot Kaca. "Ngeblak wayang kulit tidak bisa sembarangan dilakukan karena bentuk dan warna wayang harus sesuai dengan pakem atau wayang aslinya," ujar dia.
Dana menuturkan, ngeblak wayang kulit tidak mudah. Selain harus memiliki seni dan bentuk yang presisi, bahan baku yang digunakan, yakni kulit kerbau, sulit dicari. Apalagi di perkotaan seperti Surabaya.
Untuk membuat ulang satu buah wayang kulit, Danar membutuhkan waktu 2 hingga 4 bulan, tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan. "Tujuan saya ngeblak wayang, khususnya Jatim tidak punah," tutur Danar.

Lihat Juga :