Business Matching AFPI dan Hipmi Bali untuk Tingkatkan Penyaluran Modal UMKM
Senin, 16 Mei 2022 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu untuk memberikan edukasi akan persyaratan dalam pengajuan pinjaman. Tak hanya itu saja, kegiatan business matching diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang status legalitas perusahaan Fintech Pendanaan Bersama yang berizin, legal dan aman untuk dijadikan mitra.
Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Adi Budiarso dalam sambutannya sangat bersyukur dengan event ini. "Sebagai asosiasi yang bekerjasama dengan pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai Financial Sector 2045, salah satunya melalui peran fintech dengan harapan pertemuan regulator, daerah dan pelaku bisnis bisa bersinergi mendorong literasi, inklusi dan pendalaman sektor keuangan, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, anak muda, digitalisasi bisnis bagi pembangunan inklusif dan sustainable," katanya, baru-baru ini.
Ketua Umum AFPI sekaligus Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menyebut, event ini sebagai rangkaian side event G20 serta key agenda dari AFPI dengan harapan fintech ini dapat menjadi peranan untuk economy recovery khususnya ekonomi provinsi Bali.
"Acara ini juga menjadi kontribusi konkret AFPI dan antusiasme para pelaku Fintech Pendanaan Bersama untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM, khususnya menjadi wadah untuk menjawab kebutuhan akses alternatif modal kerja maupun pendanaan demi scale up bisnis seluruh jajaran anggota Badan Pengurus Daerah Area Bali HIPMI selaku pengusaha muda," ujarnya.
Diketahui, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia yakni sebesar 64,19 juta, di mana komposisi Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan yakni 64,13 juta atau sekitar 99,92% dari keseluruhan sektor usaha.
Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Adi Budiarso dalam sambutannya sangat bersyukur dengan event ini. "Sebagai asosiasi yang bekerjasama dengan pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai Financial Sector 2045, salah satunya melalui peran fintech dengan harapan pertemuan regulator, daerah dan pelaku bisnis bisa bersinergi mendorong literasi, inklusi dan pendalaman sektor keuangan, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, anak muda, digitalisasi bisnis bagi pembangunan inklusif dan sustainable," katanya, baru-baru ini.
Ketua Umum AFPI sekaligus Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menyebut, event ini sebagai rangkaian side event G20 serta key agenda dari AFPI dengan harapan fintech ini dapat menjadi peranan untuk economy recovery khususnya ekonomi provinsi Bali.
"Acara ini juga menjadi kontribusi konkret AFPI dan antusiasme para pelaku Fintech Pendanaan Bersama untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM, khususnya menjadi wadah untuk menjawab kebutuhan akses alternatif modal kerja maupun pendanaan demi scale up bisnis seluruh jajaran anggota Badan Pengurus Daerah Area Bali HIPMI selaku pengusaha muda," ujarnya.
Diketahui, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia yakni sebesar 64,19 juta, di mana komposisi Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan yakni 64,13 juta atau sekitar 99,92% dari keseluruhan sektor usaha.
Lihat Juga :