Ada Dokter Palsu di Pelni, ACC Desak Polisi-Jaksa Usut Dugaan Nepotismenya

Senin, 22 Juni 2020 - 08:25 WIB
loading...
Ada Dokter Palsu di...
Aktivitas di PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero. Foto : SINDOnews/Doc
A A A
MAKASSAR - Penyidik Kepolisian Polda Sulsel dan Jaksa Penuntut Umum Kejati Sulsel didesak untuk mendalami tindak pidana lain dalam kasus pemalsuan dokumen dokter gadungan di PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero. Dalam kasus ini, dugaan praktik nepotisme dan kolusi menguat di tubuh perusahaan milik negara tersebut.

Baca : 26 Tahun Jadi Dokter di Kapal Pelni, Ternyata Dokter Palsu! Kok Bisa?

Menurut peneliti Anti Corruption Committe (ACC-Sulawesi), Angga Reksa, sebagai perusahaan berplat merah yang bertanggungjawab terhadap pelayaran dan angkutan penumpang di Indonesia, seharusnya mustahil disusupi tenaga ahli berkedok dokter gadungan. Sayangnya, yang terjadi justru demikian sehingga menguatkan adanya dugaan praktik-praktik 'haram' dalam perekrutan pegawainya.

"Kitakan tahu Perusahaan plat merah itu pasti diserbu banyak pelamar pekerjaan, seharusnya sesuai dengan mekanisme rekrutmen hanya orang-orang yang benar-benar lulus berkas saja yang diterima. Nah ini yang janggal, apalagi kita dengar keterangan JPU, terdakwa sama sekali tidak pernah menjalani studi kedokteran dan hanya melakukan pemalsuan dokumen," tukas Angga kepada SINDOnews.

Ia sendiri mengaku heran dan sangat curiga, dokter gadungan yang tanpa ilmu dan keahlian khusus kedokteran itu justru bisa bekerja sangat lama, hingga belasan hingga puluhan tahun dan tanpa dicurigai sama sekali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Polda Metro Tetapkan...
Polda Metro Tetapkan Bos Travel Hanania Jadi Tersangka Kasus Penipuan Jemaah Umrah
Rakernas di Bekasi,...
Rakernas di Bekasi, Laskar Anti Korupsi Indonesia Ingin Perkuat Peran Pengawasan
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
Rekomendasi
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved