Wabah PMK Landa Wilayah Garut, Ratusan Ekor Sapi dan Domba Terjangkit
Jum'at, 13 Mei 2022 - 06:48 WIB
loading...
Para petugas berpakaian APD memeriksa hewan ternak sapi potong di salah satu peternakan Kabupaten Garut. Foto SINDOnews
A
A
A
GARUT - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak dilaporkan terjadi di wilayah Garut. Berdasarkan pemeriksaan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, ratusan ekor hewan ternak sapi dan domba positif terpapar wabah PMK.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut Sofyan Yani, menyebut hewan yang positif terserang penyakit ini terdiri dari 381 ekor sapi dan 16 ekor domba. Baca juga: Aman Dikonsumsi, Ketua Pedagang Sapi: Wabah PMK Tak Ganggu Harga
“Awalnya 173 di empat kecamatan. Sampai sekarang perkembangannya meningkat dari populasi di lokasi terdampak, yakni 530 terinfeksi, 381 positif. Selain sapi ada domba. Yang domba ada sembilan ekor di Kecamatan Leles, tujuh di Kecamatan Cisurupan,” kata Sofyan, Kamis (12/5/2022).
Dari 381 sapi yang terserang PMK, 331 ekor diantaranya adalah jenis sapi potong, sementara sisanya yang berjumlah 50 merupakan sapi perah. “Semua positif PMK, semua sudah uji lab, kami tidak bisa menentukan wabah tanpa hasil uji lab,” ujarnya.
Hewan-hewan yang terserang PMK ini tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Leles, Garut Kota, Cisurupan, Cikajang, Banyuresmi, Wanaraja, Karangpawitan, dan Cilawu.
Seluruh hewan yang terserang penyakit tersebut memiliki ciri-ciri yang sama, mulai mulut berair liur, kuku kakinya melepuh dan berdarah sehingga, serta puting berdarah.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut Sofyan Yani, menyebut hewan yang positif terserang penyakit ini terdiri dari 381 ekor sapi dan 16 ekor domba. Baca juga: Aman Dikonsumsi, Ketua Pedagang Sapi: Wabah PMK Tak Ganggu Harga
“Awalnya 173 di empat kecamatan. Sampai sekarang perkembangannya meningkat dari populasi di lokasi terdampak, yakni 530 terinfeksi, 381 positif. Selain sapi ada domba. Yang domba ada sembilan ekor di Kecamatan Leles, tujuh di Kecamatan Cisurupan,” kata Sofyan, Kamis (12/5/2022).
Dari 381 sapi yang terserang PMK, 331 ekor diantaranya adalah jenis sapi potong, sementara sisanya yang berjumlah 50 merupakan sapi perah. “Semua positif PMK, semua sudah uji lab, kami tidak bisa menentukan wabah tanpa hasil uji lab,” ujarnya.
Hewan-hewan yang terserang PMK ini tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Leles, Garut Kota, Cisurupan, Cikajang, Banyuresmi, Wanaraja, Karangpawitan, dan Cilawu.
Seluruh hewan yang terserang penyakit tersebut memiliki ciri-ciri yang sama, mulai mulut berair liur, kuku kakinya melepuh dan berdarah sehingga, serta puting berdarah.
Lihat Juga :