Mulai Dibuka, Mal di Bogor Tetap Berisiko Tinggi Dibanding Pasar Tradisional

Minggu, 21 Juni 2020 - 16:09 WIB
loading...
Mulai Dibuka, Mal di...
Mal mulai dibuka. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
BOGOR - Sejumlah tempat keramaian di Kota Bogor seperti mal mulai dibuka. Sedikitnya lima mal yang dibuka yakni Bogor Junction, Trade Mall (BTM), Lippo Mall Keboen Raya, Mall Lippo Ekalokasari dan Mall Boxies 123.

"Kenapa mal lebih ketat dibandingkan pasar tradisional karena terbukti hasil rapid test massal di pasar tradisional tak banyak yang positif Covid-19. Tapi justru di mal yang berisiko tinggi, makanya kita awasi secara ketat proses pengorganisasian mal," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bogor, Minggu (21/06/2020).

Bahkan, pihaknya tak segan untuk memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin operasional kepada pengelola pusat perbelanjaan yang tak mentaati protokol kesehatan. "Kita akan cabut izin operasionalnya jika pengelola pusat perbelanjaan abai terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan kerumunan orang di dalam ruangan dan berpendingin ruangan (AC) jadi salah satu faktor. (Baca juga: DKI Pastikan Kegiatan di Masa PSBB Transisi Sesuai Protokol Kesehatan )

"Makanya banyak persyaratan sebelum mal beroperasi. Pertimbangannya banyak. Karena indoor dan pakai ruangan AC. Di indoor lebih tinggi risikonya dibanding outdoor yang kena matahari," katanya, Minggu 21 Juni 2020. (Baca juga: Pada Hari Kedua, Pengunjung TM Ragunan Meningkat Jadi 900 Orang )

Maka dari itu, Pemkot akan terus memonitor operasional mal, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. "WHO saja merekomendasikan kita berkegiatan di luar ruangan. Kalau mal, risiko penularannya tinggi. Kalau di pasar lebih rendah. Kan kena matahari," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan perkembangan terbaru angka kasus positif baru Covid-19 di Kota Bogor hingga saat ini total jumlahnya mencapai 168 orang, rinciannya sembuh 94 orang, positif aktif 57 orang dan meninggal 17 orang. "Hari ini jumlah pasien terkonfirmasi positif bertambah 1 kasus, pasien yang sembuh bertambah 10 orang, pasien dalam perawatan bertambah 9 pasien," katanya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raker dengan Camat,...
Raker dengan Camat, Komisi I DPRD Kota Bogor Inventarisir Masalah di Wilayah
Jalankan Fungsi Pengawasan,...
Jalankan Fungsi Pengawasan, Komisi I dan II DPRD Kota Bogor Sidak ke Kantor OPD
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Rekomendasi
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Berita Terkini
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved