Tradisi Lebaran di Papua, Bukti Kokohnya Toleransi Beragama dan Kedamaian
Kamis, 12 Mei 2022 - 08:23 WIB
loading...
Papua terkenal sebagai wilayah dengan umat non muslim cukup banyak, namun toleransi antar umat beragama sangat kental sampai sekarang ini. (Ist)
A
A
A
PAPUA - Papua terkenal sebagai wilayah dengan umat non muslim cukup banyak, namun toleransi antar umat beragama sangat kental sampai sekarang ini.
Bahkan pada acara pawai lebaran pun juga diikuti oleh umat Kristiani untuk menabuh rebana keliling kampung. Lebaran di Papua disambut penuh suka cita oleh semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali. Meskipun Islam bukan agama mayoritas, namun tetap dirayakan dengan meriah oleh seluruh orang yang ada di Papua.
Menurut Koordinator Mahasiswa Papua di Jabodetabek, Moytuer Boymasa, Papua secara umum mementingkan persaudaraan antar umat beragama, suku, dan unsur-unsur lain yang ada di tanah Papua. setiap suku bahkan secara geneologis memiliki hubungan kekerabatan sehingga bangunan hubungan kerja sama terus terjaga erat.
"Antara umat Kristen dan Islam hidup saling berdampingan sejak awal kedua agama masuk di Papua, senantiasa sejalan dengan budaya yang ada di masyarakat, saling melengkapi, saling menguatkan sehingga lahirlah tatanan masyarakat yang harmonis," tandas Koordinator Mahasiswa Papua di Jakarta tersebut.
Wujud toleransi umat beragama di Papua misalnya pada saat pembangunan tempat ibadah, saling membantu dalam membangun masjid dan gereja. Papua memiliki budaya toleransi yang kuat, salah satunya tradisi Bakar Batu dari Suku Dani. Juga menjadi media untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai.
Bahkan pada acara pawai lebaran pun juga diikuti oleh umat Kristiani untuk menabuh rebana keliling kampung. Lebaran di Papua disambut penuh suka cita oleh semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali. Meskipun Islam bukan agama mayoritas, namun tetap dirayakan dengan meriah oleh seluruh orang yang ada di Papua.
Menurut Koordinator Mahasiswa Papua di Jabodetabek, Moytuer Boymasa, Papua secara umum mementingkan persaudaraan antar umat beragama, suku, dan unsur-unsur lain yang ada di tanah Papua. setiap suku bahkan secara geneologis memiliki hubungan kekerabatan sehingga bangunan hubungan kerja sama terus terjaga erat.
"Antara umat Kristen dan Islam hidup saling berdampingan sejak awal kedua agama masuk di Papua, senantiasa sejalan dengan budaya yang ada di masyarakat, saling melengkapi, saling menguatkan sehingga lahirlah tatanan masyarakat yang harmonis," tandas Koordinator Mahasiswa Papua di Jakarta tersebut.
Wujud toleransi umat beragama di Papua misalnya pada saat pembangunan tempat ibadah, saling membantu dalam membangun masjid dan gereja. Papua memiliki budaya toleransi yang kuat, salah satunya tradisi Bakar Batu dari Suku Dani. Juga menjadi media untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai.
Lihat Juga :