Hepatitis Akut Renggut 3 Anak, Anggota DPRD DKI Minta Pemprov Gencar Sosialisasi
Sabtu, 07 Mei 2022 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
"Pemprov DKI harus bisa melakukan antisipasi dini terhadap penyakit hepatitis akut ini, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Di samping itu, tetap melakukan upaya pengendalian Covid-19 dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," kata Kenneth dalam keterangannya, Sabtu (7/5/2022).
Pria yang disapa Kent itu menambahkan, Pemprov DKI Jakarta harus melibatkan seluruh elemen dalam sosialisasi dan meng-edukasi penyakit hepatitis akut kepada masyarakat agar bisa menghentikan berkembangnya penyakit tersebut.
"Harus melibatkan seluruh elemen Pemerintahan dan masyarakat dalam melakukan sosialisasi, dan juga seluruh unsur yang terlibat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang ada di tengah masyarakat," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.
Kemudian, kata Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D itu, Pemprov DKI harus bisa memberikan perlindungan awal bagi masyarakat yang rentan dengan membantu memberikan kesediaan vitamin, dan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, batita, balita, lansia dengan kategori ekonomi lemah.
"Pemprov DKI harus lebih waspada, dan berikan upaya perlindungan kepada masyarakat rentan Jakarta seperti memberikan vitamin dan makanan yang bergizi. Dan saya imbau harus disiplin menerapkan PHBS," tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.
Kent pun berpesan jika masyarakat menemui gejala tersebut pada anak, maka segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, agar segera bisa dilakukan observasi dan tindakan. Selain itu, ia pun meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta untuk siap dan sigap dalam menangani pasien yang mengalami gejala hepatitis akut tersebut serta segera melaporkan ke Dirjen P2P Kemenkes RI melalui Dinkes DKI Jakarta.
Pria yang disapa Kent itu menambahkan, Pemprov DKI Jakarta harus melibatkan seluruh elemen dalam sosialisasi dan meng-edukasi penyakit hepatitis akut kepada masyarakat agar bisa menghentikan berkembangnya penyakit tersebut.
"Harus melibatkan seluruh elemen Pemerintahan dan masyarakat dalam melakukan sosialisasi, dan juga seluruh unsur yang terlibat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang ada di tengah masyarakat," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.
Kemudian, kata Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D itu, Pemprov DKI harus bisa memberikan perlindungan awal bagi masyarakat yang rentan dengan membantu memberikan kesediaan vitamin, dan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, batita, balita, lansia dengan kategori ekonomi lemah.
"Pemprov DKI harus lebih waspada, dan berikan upaya perlindungan kepada masyarakat rentan Jakarta seperti memberikan vitamin dan makanan yang bergizi. Dan saya imbau harus disiplin menerapkan PHBS," tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.
Kent pun berpesan jika masyarakat menemui gejala tersebut pada anak, maka segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, agar segera bisa dilakukan observasi dan tindakan. Selain itu, ia pun meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta untuk siap dan sigap dalam menangani pasien yang mengalami gejala hepatitis akut tersebut serta segera melaporkan ke Dirjen P2P Kemenkes RI melalui Dinkes DKI Jakarta.
Lihat Juga :