Kisah Mantan Atlet Peraih Emas SEA Games Jadi Tukang Becak, Cari Rongsokan dan Tinggal di Gubuk
Minggu, 01 Mei 2022 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Bau tak sedap rongsokan dan sampah bekas terguyur hujan menyeruak sejak beberapa meter dari gubuk tersebut. Begitu kontras dengan prestasi gemilangnya saat mengikuti SEA Games tahun 1979 di Jakarta. Suharto, atlet kebanggaan Indonesia berhasil merebut medali emas dari cabang olahraga balap sepeda.
Baca juga: Demi Biayai Pengobatan Putrinya, Mantan Atlet Dayung Nasional Terpaksa Jual Medali Emas
Kedatangan Pulung bersama tim Pemprov Jatim tersebut merupakan respons cepat dari instruksi Gubernur Khofifah yang beberapa hari lalu bertemu langsung Suharto di Gresik.
Pertemuannya secara tidak sengaja dengan Gubernur Khofifah saat pembagian sembako di Gresik beberapa hari lalu. "Nanti ibu gubernur juga akan memberi pekerjaan Pak Harto. Insya Allah, kalau Pak Harto juga berkenan, nanti disiapkan pekerjaan yang layak yang sesuai dengan prestasinya,” ujar Pulung didampingi Kepala UPT PPD Bapenda Jatim di Gresik serta Kepala Kepala Dinas Parekrafbudpora Gresik, Sutaji Rudy.
Dispora bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, kata dia, saat ini tengah mengembangkan Sportpreneur Academy. Hal ini dilakukan agar masa depan atlet Jatim baik yang telah berprestasi tingkat nasional maupun internasional tetap terjamin.
"Harapan kita tidak ada lagi atlet bernasib seperti Pak Harto. Melalui pelatihan tersebut, para mantan atlet dapat melanjutkan kehidupannya dengan berwirausaha," tutur Pulung.
Baca juga: Demi Biayai Pengobatan Putrinya, Mantan Atlet Dayung Nasional Terpaksa Jual Medali Emas
Kedatangan Pulung bersama tim Pemprov Jatim tersebut merupakan respons cepat dari instruksi Gubernur Khofifah yang beberapa hari lalu bertemu langsung Suharto di Gresik.
Pertemuannya secara tidak sengaja dengan Gubernur Khofifah saat pembagian sembako di Gresik beberapa hari lalu. "Nanti ibu gubernur juga akan memberi pekerjaan Pak Harto. Insya Allah, kalau Pak Harto juga berkenan, nanti disiapkan pekerjaan yang layak yang sesuai dengan prestasinya,” ujar Pulung didampingi Kepala UPT PPD Bapenda Jatim di Gresik serta Kepala Kepala Dinas Parekrafbudpora Gresik, Sutaji Rudy.
Dispora bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, kata dia, saat ini tengah mengembangkan Sportpreneur Academy. Hal ini dilakukan agar masa depan atlet Jatim baik yang telah berprestasi tingkat nasional maupun internasional tetap terjamin.
"Harapan kita tidak ada lagi atlet bernasib seperti Pak Harto. Melalui pelatihan tersebut, para mantan atlet dapat melanjutkan kehidupannya dengan berwirausaha," tutur Pulung.
Lihat Juga :