IPM Wajo Alami Peningkatan Selama Kepemimpinan Bupati Amran
Kamis, 28 April 2022 - 14:43 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud (kiri) bersama Wakil Bupati Wajo, Amran. Foto: Istimewa
A
A
A
WAJO - Bupati Wajo, Amran Mahmud , terus mengukir prestasi dan membawa catatan positif bagi daerah berjuluk Bumi Lamadukelleng. Kali ini dari aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang terus mengalami peningkatan dari 69,15 pada 2020 menjadi 69,62 pada 2021, sebagaimana rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Wajo.
Torehan positif itu jadi keberhasilan kesekian kali bagi Bupati Amran dalam membawa perbaikan untuk Wajo. Sebelumnya, Wajo mencatatkan diri sebagai daerah tertinggi ketiga pertumbuhan ekonominya di Sulsel. Lalu, angka kemiskinan dan pengangguran terbuka berkurang selama 2021. Kemudian, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat di Wajo juga mengalami kenaikan.
Baca Juga: Peringati HPSN, Pemkab Wajo Luncurkan 3 Program Dukung Wajo Mapaccing
Sebagai informasi, IPM merupakan indikator yang bisa mengukur kualitas manusia di suatu daerah. IPM mempunyai tiga dimensi atau sektor yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar kehidupan layak atau perekonomian.
Ketiga dimensi itu jadi penentu kemampuan suatu daerah dalam meningkatkan IPM-nya. Ketiganya tidak berdiri sendiri, melainkan saling memengaruhi. Jadi, IPM di suatu daerah akan berbanding lurus dengan peningkatan ketiga sektor tersebut.
Torehan positif itu jadi keberhasilan kesekian kali bagi Bupati Amran dalam membawa perbaikan untuk Wajo. Sebelumnya, Wajo mencatatkan diri sebagai daerah tertinggi ketiga pertumbuhan ekonominya di Sulsel. Lalu, angka kemiskinan dan pengangguran terbuka berkurang selama 2021. Kemudian, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat di Wajo juga mengalami kenaikan.
Baca Juga: Peringati HPSN, Pemkab Wajo Luncurkan 3 Program Dukung Wajo Mapaccing
Sebagai informasi, IPM merupakan indikator yang bisa mengukur kualitas manusia di suatu daerah. IPM mempunyai tiga dimensi atau sektor yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar kehidupan layak atau perekonomian.
Ketiga dimensi itu jadi penentu kemampuan suatu daerah dalam meningkatkan IPM-nya. Ketiganya tidak berdiri sendiri, melainkan saling memengaruhi. Jadi, IPM di suatu daerah akan berbanding lurus dengan peningkatan ketiga sektor tersebut.
Lihat Juga :